04 April 2025

Get In Touch

Mereka yang Digadang Maju Pilwali Surabaya 2020

Mereka yang Digadang Maju Pilwali Surabaya 2020

Surabaya - Pilwali semakin dekat, nama-nama yang dulu digadang mencalonkan diri makin hari makin mengerucut. Ada nama yang begitu gentol melakulan sosialisasi ada yang tiba-tiba mengundurkan diri. Salah satunya yang gencar melakukan aksi nyata dihadapan masyarakat adalah Mahfud Arifin.

Edward Dewaruci pengamat politik mengatakan, bahwasanya MA panggilan akrab Mahfud Arifin berusaha mempengaruhi imej publik karena dia orang baru. Dari partai-partai yang sementara menyatakan dukungan bukan tidak mungkin melakukan reposisi dukungan.

"Sebetulnya mereka menunggu siapa calon dari PDIP, jika pasangan calonnya dianggap berat maka dukungan bisa bergeser bergabung ke PDIP. Atau lebih menampilkan calon lain bisa dua atau tiga kontestan dan itu sebagai pemecah suara dari calon-calon yang dianggap kuat. Tapi kalau calon dianggap lemah maka mungkin hanya ada dua pasangan calon saja head to head, " ujarnya, Minggu (5/7/2020).

Untuk sementara nama-nama tokoh yang dianggap potensial maju pilwali saat ini adalah Machfud Arifin akan tetapi masih baru satu partai dan harus ada koalisi dengan partai lainnya. Sedangkan partai lain akan menawarkan posisi wakil. Ada kemungkinan saat calon wakil tidak bisa diterima oleh semua partai maka dukungan akan pecah.

Dari kalangan partai - partai sudah banyak nama yang beredar, mulai dari Gus Hans, Armudji (meskipun sudah mundur) Whisnu Sakti, Arzetti , Lia Istifahma, Fandi Utomo, Awey, dan Maria Lucia. Sementara untuk calon independen, masyarakat masih akan menguji dan menunggu hasil verifikas. Sedangkan calon dari Birokrasi ada Hendro Gunawan dan Ery Cahyadi yang dianggap sebagai calon potensial.

Terkait peluang Azwar Anas dari Banyuwangi, Indah Kurnia dan Djarot untuk bertarung dalam pilwai Surabaya, Edward mengatakan bahwa mereka sudah tidak bisa mencalonkan lagi menurut UU sebab telah menduduki jabatan sejenis lebih dari dua periode.

"Kalau Dyah Katarina atau Bambang DH ini bisa saja tapi penilaian kemampuan akan dilakukan partai dengan indikator yang sudah disiapkan baru nanti diukur apakah sesuai selera pemilih," jelasnya.

Hingga saat ini, rekom dari PDIP belum turun, Edward mengatakan ini sebagai alat ukur karena PDIP tidak akan mau kalah di kandang sendiri, sehingga bisa jadi menguji respon setiap isu yang dilemparkan sekaligus mengukur soliditas internal mereka.

"Tapi semakin cepat keluar rekom konsolidasi pemenangan akan lebih mudah, tapi akan mudah juga terbaca lawan," pungkasnya. (ard)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.