04 April 2025

Get In Touch

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Tambah Kuota Beasiswa Kuliah, Ini Alasannya

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. (Amanah Nur Asiah/Lenteratoday)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. (Amanah Nur Asiah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday)- Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, untuk menambah kuota beasiswa kuliah bagi anak-anak yang kurang mampu.

Diungkapkan Reni alasannya, pada di tahun 2025 pemkot akan mendapat tambahan pendapatan sekitar Rp 500 miliar, dari bagi hasil pajak kendaraan bermotor.

"Dengan adanya undang-undang hubungan keuangan pusat dan daerah itu, terkait dengan pajak kendaraan bermotor yang memberikan alokasi bagi hasil kepada kota. Saya kira adanya tambahan pendapatan di 2025, harus bisa menambah alokasi anggaran pendidikan dan itu untuk beasiswa kuliah," ungkap Reni, Jumat(24/5/2024).

Reni menjelaskan jika saat ini, terdapat 800 kuota beasiswa kuliah yang disediakan pemkot. Di mana, untuk satu anak mendapat sekitar Rp 20 juta per tahun. 

"Kalau dia 4 tahun setidaknya anak Surabaya saat ini ada sekitar ribuan, tahun ini ada 800 kalau di total mungkin 3000. Di total sama yang sudah lulus, ada belasan ribu anak. Itu Pemkot menganggarkan Rp 20 juta setiap anak, UKT tiap bulan Rp 500 ribu dan tiap semester Rp 700 ribu," jelasnya.

Menurutnya, hal ini sebuah kesampatan yang harus dimanfaatkan pemkot untuk anak-anak Surabaya. Sehingga anak-anak yang duduk di bangku SMP-SMA bisa termotivasi, untuk mengeyam pendidikan tinggi meski terhalang biaya.

"Jadi mereka akan merasa, oh tenyata Pemkot Surabaya hadir dan akan membiayai. Itu adalah investasi kota, untuk masa depan kota ini. Karena sebenarnya Surabaya luar biasa, ini saya kira harus diteruskan dan saya mendorong Pemkot untuk menambah kuota beasiswa pendidikan," tukasnya.

Reporter:Amanah/Editor:Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.