
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Selama ini para peternak kerap mengeluh mengenai harga pakan yang cukup tinggi, sehingga para peternak terpaksa memilih pakan dengan kualitas yang rendah.
Terkait permasalahan ini, Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung meminta Pemkot agar bisa memberikan pembinaan, tentang pengelolaan pakan kepada para peternak.
"Dengan memberikan pembinaan pengelolaan pakan, maka biaya produksi ternak dapat ditekan sehingga harga jual ternak dapat bersaing di pasar," papar Nenie, Jumat(24/5/2024).
Lebih lanjut ia menjelaskan jika biaya produksi ternak rendah, ini akan berdampak pada harga jual hewan ternak sehingga dapat dikelola dengan lebih baik.
Sementara jika harga pakan mahal, maka peternak akan memilih untuk menggunakan pakan dengan harga lebih murah. Namun tentunya dengan kualitas yang rendah.
"Hal ini tentu akan berdampak pada kualitas ternak, yang menjadi kurang gemuk sehingga lebih susah untuk dijual," jelasnya.
Legislator wanita yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Palangka Raya ini mengatakan berbeda dengan peternak yang telah bermitra dengan perusahaan, maka mereka tidak akan terpengaruh terhadap naik turunnya harga pakan.
Karena peternak yang telah bermitra tersebut, hanya menyediakan kandang saja. Sedangkan bibit, pakan hingga vitamin berasal dari perusahaan.
"Untuk panen juga dilakukan oleh perusahaan yang menjadi mitra, tugas peternak hanya merawat dan membesarkan ternak saja. Karena itu kerugian pada pihak peternak sangat kecil," ungkapnya.
Nenie menambahkan melalui pembinaan pengelolaan pakan ternak, selain bisa mengurangi biaya produksi juga berpotensi meningkatkan pendapatan peternak. Pada akhirnya ikut berkontribusi pada ketahanan pangan negara.
Jadi selain manfaat ekonomis, pembinaan tersebut juga dapat membantu para peternak. Bagaimana menjaga kesehatan hewan ternak, serta meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
"Kami dari Komisi B DPRD mendukung langkah positif, untuk memajukan peternakan lokal dan meningkatkan kesejahteraan para peternak di Palangka Raya," pungkasnya.
Reporter:Novita/Editor:Ais