04 April 2025

Get In Touch

Pemkot Malang Bakal Gandeng APBN dan CSR untuk Tingkatkan Pengolah Limbah Domestik

Perwakilan masyarakat saat menyampaikan terkait pengembangan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kota Malang, Sabtu (6/7/2024). (Santi/Lenteratoday)
Perwakilan masyarakat saat menyampaikan terkait pengembangan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kota Malang, Sabtu (6/7/2024). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat, dengan menggandeng anggaran dari APBN dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan tambahan dana ini diperlukan untuk menambah kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Yang saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, namun masih memerlukan peningkatan untuk mencapai target sanitasi yang optimal.

“Pertama memang karena ketersediaan anggaran. Memang permintaan banyak. Tapi untuk itu, kami akan mencoba (mencukupi) tidak hanya dari APBD tapi dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBN nanti," ujar Wahyu, Sabtu (6/7/2024).

Saat ini, Wahyu menyebutkan ketersediaan IPAL komunal di Kota Malang telah di atas rata-rata, dengan kekurangan hanya sekitar 14 persen.

Wahyu juga menjelaskan dari lima kecamatan di Kota Malang, menurutnya Kecamatan Lowokwaru menjadi prioritas utama untuk penambahan IPAL komunal di tahun ini.

j Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat memberikan arahan

Diakuinya, tingkat kepadatan penduduk di Lowokwaru, terutama di Kelurahan Merjosari, menjadi alasan utama prioritas tersebut.

Lebih lanjut, Wahyu juga mengakui selain anggaran, perubahan mindset masyarakat juga menjadi tantangan dalam mewujudkan sanitasi yang lebih baik. Menurutnya, sampai saat ini masih ada masyarakat yang memilih menggunakan sungai untuk mandi, cuci, kakus (MCK).

"Ini tidak hanya terjadi di Lowokwaru, tetapi juga di Kedungkandang. Perubahan mindset ini sangat penting untuk mendukung program sanitasi,” jelasnya.

Untuk mencapai target kekurangan 14 persen ini, Pemkot Malang akan memberikan bantuan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Wahyu optimis target ini bisa tercapai pada 2025 dengan memanfaatkan berbagai sumber dana, termasuk APBN dan CSR.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menambahkan program sanitasi di Kota Malang telah mendapatkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut akan diimplementasikan di 13 kelurahan.

Dua kelurahan yang akan mendapatkan tambahan IPAL komunal, yaitu Bandungrejosari dan Kiduldalem. Sementara pembangunan tangki septik akan dilakukan di 11 kelurahan, termasuk Cemorokandang, Buring, Sukun, Tanjungrejo, Samaan, Tulusrejo, Tunggulwulung, Merjosari, Jatimulyo, Tunjungsekar, dan Bunulrejo.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.