06 April 2025

Get In Touch

Anggota DPR Puti Serukan Kebangkitan Budaya Nasional dengan Eksistensi Seni Pertunjukan Tradisional

Pemaparan Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno.
Pemaparan Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno.

SIDOARJO (Lenteratoday) – Dalam era globalisasi yang penuh dengan perubahan cepat, eksistensi seni pertunjukan tradisional di Indonesia menghadapi tantangan besar.

Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ini, dan menyerukan pentingnya upaya untuk membangkitkan kembali seni pertunjukan tradisional demi keberlanjutan budaya nasional.

Menurut Puti Guntur Soekarno, keberlanjutan budaya nasional saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

"Di tengah derasnya arus perubahan zaman, negara tampak meluncur tanpa fokus dan strategi pembangunan kebudayaan yang jelas," ujar Puti melalui saluran zoom pada agenda Bisafest di Grand Ballrom Aston Hotel, Sidoarjo, Kamis(18/7/2024).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, kondisi yang ada diperparah dengan krisis pariwisata nasional akibat pandemi COVID-19 dan perubahan selera generasi penikmat seni.

"Hal ini membuat profesi seniman, khususnya mereka yang terlibat dalam kepariwisataan pertunjukan seni tari, semakin terpuruk," imbuhnya.

Cucu dari Sang Proklamator RI itu mengungkapkan bahwa ia menerima banyak aspirasi dari para budayawan dan seniman secara langsung, terutama di daerah pemilihannya di Surabaya dan Sidoarjo.

Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2023 menunjukkan bahwa ekonomi kreatif menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 1.419 triliun, dengan kontribusi subsektor seni pertunjukan sekitar Rp 5 miliar. Namun, 87,57 persen pekerja seni pertunjukan memiliki upah di bawah rata-rata UMP/UMK, hanya sekitar Rp 1,9 juta per bulan.

"Khusus untuk seni pertunjukan tradisional, rata-rata angkanya jauh lebih kecil, bahkan tanpa pemasukan dalam sebulan karena tidak ada pentas," jelasnya.

Dalam upaya untuk mendukung kebangkitan seni pertunjukan tradisional, Puti menyatakan bahwa DPR RI khususnya Komisi X terus mendorong pemerintah. Agar fokus pada program yang berorientasi pada penguatan kelembagaan desa wisata, infrastruktur pariwisata, pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata, serta memperkuat promosi baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Hadirnya berbagai regulasi kepariwisataan saat ini, dan rencana revisi UU Kepariwisataan merupakan wujud komitmen kami dalam meningkatkan peran pemerintah pusat maupun daerah dan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," tegas Puti.

Untuk itu, Puti mendorong kolaborasi antara adat seni tari tradisional atau kebudayaan dengan pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

"Kolaborasi ini sangat berperan strategis dalam memperkuat ikatan sosial masyarakat dan juga identitas nasional bangsa Indonesia," terangnya.

Puti juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi media digital dalam pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan.

Kolaborasi perangkat media digital dalam promosi atau pemasaran kegiatan seni tari desa wisata merupakan strategi efektif saat ini dan di masa depan. Teknologi ini menjadi sarana aktif yang digunakan oleh banyak orang untuk saling berinteraksi, menciptakan, serta bertukar informasi dalam sebuah jaringan atau komunitas tertentu.

"Perannya adalah memperluas jangkauan promosi berbagai kegiatan kebudayaan," pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.