
Blitar - Incumbent Walikota Blitar, Santoso mulai menggalang dukungan dalam menghadapi Pilwali Kota Blitar Tahun 2020 ini, dengan Gerakan Relawan sampai tingkat RT.
Walikota Blitar, Santoso menyampaikan sampai saat ini gerakan relawan terus bergerak, untuk mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. "Prinsip bergerak dan bergerak, untuk membentuk pasukan relawan," tutur Santoso, Rabu (15/7/2020).
Walikota Santoso menjelaskan dengan adanya pasukan relawan tersebut, bisa memberikan akses dukungan dalam pencalonan dalam Pilwali tahun 2020 ini. "Dukungan dari siapa pun termasuk ulama, kyai dan masayik, semua pihak dan lapisan masyarakat," jelasnya.
Seperti dilakukan belum lama ini, relawan melakukan silahturahmi ke kediaman ulama dan tokoh agama, bersama KH Slamet Ihsan dan Pimpinan Pondok Pesantren Mamba'ul Hisan KH Ali Mustofa di Pakunden, Sukorejo, Kota Blitar. Termasuk relawan sampai di tingkat RT pun, juga terus bergerak.
Walikota Santoso mengungkapkan pihaknya juga terus berjalan menjalankan tugas dalam koridor yang sudah ditentukan. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat yang terdampak.
Mengenai rekomendasi dari PDIP dan pasangan cawawali, Santoso menegaskan diperkirakan akan turun dalam waktu dekat. Demikian juga pasangannya juga tetap dengan Tjujuk Sunario dari Partai Gerindra. "InsyaAllah minggu depan, sudah A1 tinggal menunggu saja," tandasnya.
Seperti diketahui Walikota Santoso akan maju bertarung kembali dalam Pilwali Kota Blitar Tahun 2020, melalui PDIP dan santer kabarnya berkoalisi dengan Partai Gerindra berpasangan dengan Tjujuk Sunario. Karena dengan kekuatan 10 kursi PDIP dan Gerindra 2 kursi, maka kekuatan politik di parlemen hampir 50 persen dari total 25 kursi DPRD Kota Blitar.
Lawannya adalah Henry Pradipta Anwar putra mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar, yang akan maju berpasangan dengan Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto diusung oleh Partai Golkar, PKS dan PKB.
Sementara, beberapa partai politik lainnya yang memiliki kursi di DPRD Kota Blitar, yaitu PPP, Demokrat dan Hanura masih belum memutuskan akan berkoalisi dengan cawawali siapa. (ais)