
KEDIRI (Lenteratoday) - Sebanyak 30 persen dari 3.581 Kader Kesehatan di Kota Kediri telah mendapatkan pelatihan 25 kompetensi. Untuk itu, Pemkot setempat mentargetkan pada 2023 seluruh Kader Kesehatan mendapatkan pelatihan 25 Kompetensi tersebut sesuai program Kementerian Kesehatan 2024.
Pj Wali Kota Kediri Zanariah mendorong penguatan kolaborasi pelaksanaan Posyandu Siklus Kehidupan. Dorongan penguatan itu disampaikan saat membuka Gebyar Kader Kesehatan Kota Kediri yang diikuti 1.100 peserta dari perwakilan kader kesehatan di Kota Kediri di Kawasan Goa Selomangleng, Rabu (31/7/2024).
Zanariah mengungkapkan beberapa waktu lalu sudah diluncurkan Posyandu Central of Excellent. Acara ini merupakan tindak lanjut dari perilisan Posyandu Siklus Hidup. Dimana Posyandu Siklus Hidup ini merupakan program Kementerian Kesehatan di tahun 2024.
Orientasi program ini adalah untuk promosi dan deteksi dini pada seluruh sasaran siklus hidup. Mulai dari ibu hamil, pasca melahirkan, balita, remaja hingga lansia. Sehingga kesehatan masyarakat bisa tetap terjaga dan terpantau.
"Senang sekali hari ini kita bertemu lagi. Kita akan belajar bersama dr. Agus Ali Fauzi mengenai penguatan kader kesehatan dalam pelayanan Posyandu Siklus Hidup," ungkapnya.
Pj Wali Kota Kediri optimis Posyandu Siklus Hidup di Kota Kediri bisa berjalan baik secara bertahap. Kota Kediri memiliki modal 172 Posyandu atau setara 50 persen dari 344 Posyandu yang ada sudah terverifikasi Central of Excellent. Ke depan akan terus bertambah menuju 100 persen.
Ada beberapa catatan terkait penerapan Posyandu Siklus Hidup yang sudah berjalan. Seperti keterbatasan daya tampung, sehingga kesulitan melaksanakan Posyandu secara proper dalam satu waktu. "Saya minta para kader serta teman-teman Dinkes mendata berapa rata-rata jumlah peserta Posyandu. Apakah perlu memindahkan Posyandu ke tempat yang lebih luas seperti Balai Pertemuan Kelurahan," ujarnya.
Dia menambahkan kompetensi kader juga patut menjadi perhatian. Tugas kader sekarang lebih menantang karena sudah tidak ada lagi pembagian Kader Kilisuci dan Kader Joyoboyo. Tetapi dilebur menjadi satu dengan status Kader Kesehatan yang mendapat pelatihan 25 kompetensi.
Perkuat sinergi dan kolaborasi dari seluruh OPD dan pihak terkait untuk sama-sama mendukung pelaksanaan Posyandu Siklus Hidup. Salah satu terkait Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya menekan stunting, angka kematian ibu dan bayi, sampai peningkatan angka harapan hidup di Kota Kediri.
"Saya berpesan saling menguatkan dalam menjalani amanah yang luar biasa. Ini menjadi investasi jangka panjang dengan high return. InshaAllah kebaikan para kader menjadi amal jariyah," imbuhnya.
Dalam kesempatan ini Programme Specialist For Productive Health UNFPA Sandeep Nanwani mengatakan antusiasme Kader Kesehatan Kota Kediri sungguh luar biasa. Memang ini bagian dari apa yang dicanangkan Kemenkes yakni transformasi kesehatan. Dimana peran kader tonggak dari sistem kesehatan dan kader dekat dengan masyarakat.
"Jadi kalau kita ingin memastikan tidak ada kematian ibu, remaja kita sehat dan lain peran kader lah yang penting. Saya lihat semangat kader di sini luar biasa," ujarnya.
Pada acara ini, Pj Wali Kota Kediri juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. Pada Lomba Puskesmas dengan Posyandu Integrasi Layanan Primer Terbanyak, juara I Puskesmas Pesantren 2, juara II Puskesmas Kota Wilayah Utara, dan juara III Puskesmas Kota Wilayah Selatan.
Untuk Lomba Kelurahan Percontohan Posyandu Integrasi Layanan Primer Terbaik, juara I Kelurahan Burengan, juara II Kelurahan Kampungdalem, dan juara III Kelurahan Pojok.
Pada Lomba Kader Teladan, juara I Rini dari Kelurahan Burengan dengan 36 tahun pengabdian, juara II Nur Aini dari Kelurahan Mojoroto dengan 40 tahun pengabdian, dan juara III Tri Murni dari Kelurahan Dandangan dengan 37 tahun pengabdian.
Turut hadir, Programme Specialist For Productive Health UNFPA Sandeep Nanwani, dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Heri Supriyanto dan Rezha Pranatama, perwakilan dari Kemenkes Heni, perwakilan dari BKKBN Endra, Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes Provinsi Jatim Siti Cholisoh, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Pj Ketua TP PKK Novita Bagus Alit. (*)
Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi