
SURABAYA (Lenteratoday) - Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni turut angkat bicara terkait mundurnya Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Sabtu(10/8/2024).
Menurutnya keputusan mundur Airlangga Hartarto, merupakan hak pribadi yang tentu berpijak pada perkembangan realitas politik kekinian.
"Dan ini merupakan bentuk sikap Kenegarawanan beliau, dalam mendukung masa transisi pemerintahan," kata Fathoni, Senin(12/8/2024).
Ia menyebut di masa kepemimpinan Airlangga Hartanto menjabat sebagai Ketum Partai Golkar, banyak prestasi yang telah di torehkan.
"Hal ini tentunya menjadi lecutan semangat dalam kepemimpinan selanjutnya, untuk terus membawa Partai Golkar agar terus dicintai oleh masyarakat Indonesia dan terus menyediakan kader yang siap dikaryakan. Guna mensukseskan jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang, dalam menyongsong Indonesia emas 2045," sebutnya.
Fathoni juga menuturkan jika regenerasi kepemimpinan merupakan keniscayaan dalam partai politik, sebagai pilar demokrasi. Dalam hal ini, Golkar sebagai partai yang sangat demokratis dalam manajemen pengambil keputusan, sudah terbiasa menghadapi pergantian kepemimpinan Partai.
Bahkan saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut, dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Moh. Sarmudji tentang kepemimpinan lanjutan Partai Golkar.
"InsyaAllah Golkar terus solid dalm menyongsong Pemilukada tahun 2024, kemenangan dalam Pemilukada akan menjadi kado kesempurnaan hari ulang tahun Partai Golkar Oktober mendatang yang akan genap berusia 60 tahun," tukasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais