
SURABAYA (Lenteratoday)– Penyakit kardiovaskular masih menjadi problematika kesehatan utama, baik di negara maju maupun negara berkembang.
National Hospital Heart Center Surabaya bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) cabang Surabaya menggelar symposium terkait heart failure.
Komite Mutu National Hospital dr. Agus Harjono B., M.Kes mengatakan, symposium heart failure bersama Perki Surabaya ini perlu dilakukan untuk meningkatkan awareness terhadap permasalahn gagal jantung.
“Melalui National Hospital Heart Center di Surabaya, kami menghadirkan pelayanan dengan performa maksimal. Seperti USG Doppler, CT Cardiac, hingga skrining Calcium Score bisa dilakukan pasien untuk menjaga kesehatan jantung,” kata dr. Agus, Sabtu (24/8/2024).
dr. Agus menjelaskan faktor risiko perilaku paling penting dari penyakit jantung adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, merokok dan penggunaan alkohol yang berbahaya.
Selain itu, efek dari faktor risiko perilaku dapat muncul pada individu sebagai peningkatan tekanan darah, peningkatan glukosa darah, peningkatan lemak darah, dan kelebihan berat badan dan obesitas.
"Faktor-faktor risiko menengah ini dapat diukur di fasilitas perawatan primer dan menunjukkan peningkatan risiko terkena serangan jantung, stroke, gagal jantung dan komplikasi lainnya di kemudian hari," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Surabaya dr. Jordan Bakhriansyah SpJP menuturkan, jika heart failure tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang keilmuan saja. “Ada metabolic, ada dari ginjal, dan ada teman-teman tenaga kesehatan lainnya,” ucapnya.
Ia juha menyebut, tren heart failure beberapa tahun ke belakang cenderung meningkat. Menurutnya, ada beberapa factor yang menyebabkan hal itu terjadi.
Seperti, saat ini kemudahan untuk mendeteksi heart failure lebih mudah dan bisa gampang dilakukan, hingga awareness di masyarakat lebih baik lagi. “Dari segi usia, saya yang paling muda baru saja kehilangan satu pasien yang masih usia 32 tahun. Masih muda, young man,” tukasnya.
Reporter: Amanah/ Editor: widyawati