
JAKARTA (Lenteratoday) -Saat memasuki musim panas, selain masalah dehidrasi juga masalah sakit kepala atau migrain mengintai akibat suhu panas atau berjemur.
Ditulis laman Well and Good, Selasa (27/8/2024) asisten profesor neurologi klinis di The Miller School of Medicine di UHealth di Miami, Florida Liza Smirnoff, MD mengatakan ada beberapa hal yang berkaitan dengan sakit kepala saat musim panas, pertama karena dehidrasi.
Berada di luar ruangan saat cuaca panas membuat anda berkeringat, yang berarti dapat mengalami dehidrasi lebih cepat dari biasanya, terutama jika lupa minum cukup air, menurut Harvard Health Publishing.
Hal itu terutama berlaku jika Anda berolahraga atau melakukan jenis latihan berat apa pun saat cuaca panas, kata Dr. Smirnoff.
Alasan kedua adalah sinar matahari yang cukup terik bisa memperburuk keadaan terutama bagi yang memiliki sensitivitas terhadap cahaya.
"Banyak penderita migrain sensitif terhadap cahaya, jadi cahaya terang dapat menjadi pemicu sakit kepala," kata Dr. Smirnoff.
Perubahan tekanan udara yang cepat juga berpotensi memicu sakit kepala.
Perubahan ini dapat terjadi ketika cuaca berubah dari cerah menjadi hujan atau badai dengan sangat cepat, atau jika suhu luar ruangan meningkat dengan cepat—terutama pada hari yang sangat panas, menurut Mayo Clinic.
"Gejala lain yang tidak hanya dirasakan di kepala bisa jadi berarti Anda mengalami sesuatu yang lebih serius," kata dia.
Keringat yang sangat banyak atau kulit yang benar-benar kering, merasa ingin pingsan, pusing, kelelahan, dan kram otot kemungkinan merupakan tanda-tanda kelelahan akibat panas.
Gejala yang memburuk seperti kebingungan, muntah, denyut jantung cepat, jantung berdebar-debar disertai sakit kepala, kesulitan bernafas, atau bahkan kehilangan kesadaran bisa jadi berarti serangan panas.
Penting untuk tidak hanya mengobati rasa sakit yang dialami, tetapi juga menghentikan masalah tersebut agar tidak berubah menjadi sesuatu yang lebih serius, seperti kelelahan akibat panas atau sengatan panas.
Kiatnya adalah saat terkena panas secepatnya dinginkan tubuh dengan masuk ke ruangan dengan pendingin atau kompres es yang ditempelkan pada ketiak atau leher.
Minum sedikit air dingin atau elektrolit, istirahat di ruang gelap dan tenang, dan minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproxen atau asetaminofem untuk meredakan sakit kepala.
"Penting untuk minum air putih sebelum keluar rumah dan berjemur," kata Dr. Smirnoff.
Migrain
Kenapa cuaca panas bisa memengaruhi sakit kepala? Soalnya cuaca panas biasanya menimbulkan polusi, yaitu suhu yang menyengat sampai mengakibatkan kelelahan dan dehidrasi.
Mengutip halodoc, migrain sebagai bagian dari sakit kepala bisa terjadi karena tekanan lingkungan dan salah satunya adalah cuaca panas.
Respons Tubuh Terhadap Cuaca Panas
Sakit kepala yang disebabkan oleh cuaca panas sebenarnya tidak secara utama diakibatkan karena suhu panas itu sendiri, melainkan juga sebagai bentuk respons tubuh. Tidak hanya dari suhu, pemicu sakit kepala dan migrain termasuk juga:
- Matahari menyilaukan.
- Kelembapan tinggi.
- Cahaya terang.
Tubuh yang terkena suhu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi. Ini dikarenakan tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk menggantikan apa yang hilang saat tubuh berkeringat. Dehidrasi inilah yang dapat memicu sakit kepala dan migrain.
Cuaca juga dapat menyebabkan perubahan kadar serotonin tubuh. Fluktuasi hormon ini adalah pemicu migrain ataupun sakit kepala yang umum. Paparan suhu tinggi yang berkepanjangan juga menempatkan seseorang pada risiko kehilangan napas karena serangan panas.
Migrain karena suhu panas biasanya juga dikarenakan pembuluh darah yang menyempit akibat suhu panas. Ketika pembuluh darah menyempit, maka sirkulasi darah menjadi tidak baik, sehingga mengakibatkan sakit kepala ataupun migrain (*)
Sumber: Antara/halodoc|Editor: Arifin BH