
SURABAYA (Lenteratoday) - Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyambut baik menyelenggaraan Di Indonesia Aja Travel Fair (DIATF) di Surabaya selama 3 hari dari tanggal 27 sampai 29 September 2024.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari mengucapkan banyak terimakasih pada pemerintah pusat yang menyelenggarakan kegitan bangga berwisata Indonesia di Jatim khususnya di kota Surabaya.
"Ada tagline di Indonesaia aja, itu artinya kami mengajak seluruh masyarakat dan eleman masyarakat untuk berwisata di Indonesia, Kami juga punya tagline di Jatim aja," katanya, Jumat (27/9/2024).
Evi menandaskan bahwa pergerakan pariwisata di Jatim sudah cukup bagus. Bahkan secara terget sudah ada kenaikan pergerakan dan pariwisata itu adalah penyumbang pertumbuhan ekonomi yang sangat diharapkan.
"Dan pastinya erkelanjutan dan untuk Jawa Timur sendiri sudah menyumbang pergerakan waisatawan tertinggi di Indonesia sekitar 200 juga dan itu luar biasa," katanya
Hingga September tahun ini pergerakan wisatawan di Jawa Timur sudah mencapai 324 juta wisatawan. Namun, demikian Evi menandaskan bahwa pihaknya masih mengejar 100 juta pergerakan wisatawan lagi sampai
akhir tahun.
Pergerakan tersebut tidak hanya wisatawan dari lokal saja, namun juga dari luar daerah dan bahkan wisitawan luar negeri. Meski demikian, jumlah wisatawan luar negeri masih belum sebanyak wisatawan dalam negeri. "Ada wisman namun jumlahnya sedikit tidak terlalu banyak," katanya.
Terkait dengan destinasi wisata yang menjadi unggulan di Jatim, Evi menjelaskan bahwa yang unggulan adalah Gunung Bromo, Gunung Ijen, dan saat ini sedang mulai naik adalah Tumpak Sewu di Lumajang. Tumpak Sewu ini sudah mulai mengejar Bromo dan Ijen.
Untuk itu, lanjut Evi, pihak berupaya melakukan upaya peningkatan wisatawan ke Tumpak Sewu, diantaranya dengan mencari investor yang bisa melakukan pengembangan.
"Pemerintah ini harus bersiap di segala kebutuhan wisatawan baik itu travel, pola atau infrastruktur dan mungkin banyak kemudahan kemudahan kami kombinasikan dengan pariwisata yang bisa memberikan kemudahan, apakah itu keringan diskon atau permudah dari akses transportasi," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Parekraf KemenkoMarves, Rustam Effendi mengatakan bahwa pameran DIATF ini sebagai tindak lanjut dari program Pemerintah Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang telah dilaunching tahun 2023 yang lalu.
Pameran DIATF yang digelar di Atrium 3 Tunjungan Plaza 6 ini diikuti kurang lebih 30 booth industri pariwisata, sedangkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, mengikutsertakan 3 Industri pariwisata. Diantaranya : Desa Wisata Bejijong Mojokerto, Taman Safari Indonesia Prigen, Geopark Ijen.
Selain itu juga ada 6 Industri berpartisipasi dalam presentasi produk diantaranya Jawa Timur Park Group, Wisata Bahari Lamongan, Hotel Leedon, Hotel Wyndham, Hawaii Waterpark, Kidzania, dan Tran Snow World.
Selain dari pariwisata Jawa Timur, pameran DIATF juga menampilkan wisata unggulan yang ada di Indonesia, diantaranya adalah Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, Danau Toba, dan berbagai wisata menarik yang lain di Indonesia.
Terdapat berbagai macam voucher dan potongan harga baik dari Industri pariwisata maupun dari Bank mita yang tergabung dalam pameran DIATF tersebut, sehingga sangat memanjakan para calon wisatawan untuk mendapatkan harga special pada pameran tersebut.
"Pameran ini juga menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan keindahan dan keragaman pariwisata indonesia. Dari sabang sampai merauke, karena setiap sudut tanah air Indonesia menyimpan keindahan yang menunggu untuk dijelajahi. Harapanya dengan pameran DIATF, kita ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan mengenali potensi wisata yang ada di negara kita," kata Rustam.
Dia juga menandaskan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi wadah bagi untuk menggali potensi pariwisata yang ada di indonesia.
"Negara kita memiliki keindahan alam yang luar biasa, beragam budaya, serta kekayaan kuliner yang patut kita banggakan. Melalui DIATF, kita ingin mengajak masyarakat untuk menjelajahi dan mencintai tanah air kita lebih dalam," tandasnya.
Dia juga menandaskan seiring dengan perubahan gaya hidup global dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan pribadi, konsep pariwisata juga ikut bertransformasi.
Wisatawan modern tidak lagi hanya mencari hiburan semata, namun juga ketenangan, pemulihan, dan koneksi mendalam dengan alam. Inilah yang menjadikan beberapa tren baru pariwisata semakin digemari.
Salah satu tren pariwisata adalah coolcation mencerminkan wisata yang menawarkan kesejukan, baik secara harfiah maupun simbolis. Wisatawan kini memilih untuk berlibur ke destinasi yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam dan udara yang segar, tetapi juga memberikan pengalaman untuk mereset pikiran dan tubuh.
Ini termasuk liburan ke daerah pegunungan, tepi danau, atau tempat-tempat dengan suhu yang menenangkan. Dengan ketegangan sehari-hari di kota-kota besar, tren ini memberikan ruang bagi wisatawan untuk menjauh dari kebisingan dan menikmati suasana damai yang lebih sejuk, baik secara fisik maupun mental.
Di sisi lain, star bathing juga menjadi trend wisata saat ini dan kedepan, wisatawan diajak untuk menikmati pemandangan langit malam yang dipenuhi bintang, menghasilkan perasaan kagum yang mendorong altruisme dan perilaku sosial yang positif.
Dia juga menandaskan bahwa pengaruh media sosial mendorong banyak orang, terutama generasi produktif, untuk mencari pengalaman hidup yang optimal. Budget luxury, atau lux-for-less, merupakan tren yang tumbuh signifikan pasca pandemi, di mana wisatawan akan memaksimalkan pengalaman yang didapatkan selama perjalanan wisata dengan meminimalkan biaya yang dikeluarkan.
Hal ini dimulai dengan memilih promo atau potongan harga dalam proses pemesanan transportasi dan akomodasi. Selanjutnya, strategi yang umum digunakan adalah memilih untuk melakukan perjalanan di low season atau melakukan pemesanan di jauh-jauh hari, sehingga wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang tetap berkesan, namun dengan biaya yang lebih terjangkau bukti peningkatan prioritas terhadap value for money dalam berwisata.
Tren – tren baru ini tidak hanya menjadi alternatif liburan yang menarik, tetapi juga membuka peluang besar bagi kita, para pelaku industri pariwisata, untuk lebih mengembangkan potensi wisata alam yang kita miliki.
Pada pembukaan DIATF di Surabaya ini, juga dilaksanakan pemotongan tumpeng yang merupakan wujud syukur insan pariwisata Jawa Timur dalam memperingati Hari Pariwisata dunia yang jatuh pada tanggal 27 September di setiap tahunya. (*)
Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi