03 April 2025

Get In Touch

Ekonomi Lesu Darah, Deflasi RI Terparah (Koran Rabu,2/10/2024)

https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/10/02102024.pdf">

DARAH yang mengalir di tubuh layaknya uang di dalam perekonomian sebuah negara. Kurangnya darah akan membuat seluruh tubuh menjadi lesu. Demikian juga dengan perekonomian, saat daya beli stagnan bahkan cenderung lemah maka ekonomi pun lesu darah. Gejala tersebut tampak pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat deflasi sebesar 0,12% pada September 2024. Angka deflasi ini lebih dalam dibandingkan deflasi Agustus 2024 yang tercatat 0,03% secara bulanan. Bahkan deflasi beruntun dalam 5 bulan ini, menjadi terparah dalam 5 tahun terakhir. Bahkan ekonom menyebut, kondisi saat ini serupa dengan keadaan pasca krisis moneter atau krismon pada 1998-1999, meskipun pemicunya berbeda. Kendati BPS menunjuk penyebab deflasi adalah karena penurunan harga beberapa komoditas pangan bergejolak karena panen, tapi terjadinya deflasi hingga lima bulan beruntun menuai tanya di tengah kondisi manufaktur terkontraksi lagi untuk bulan ketiga dan gelombang PHK yang masih besar. S&P Global melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September bernilai 49,2. Sedikit naik dibandingkan Agustus yang sebesar 48,9, namun masih berada di zona kontraksi. Di sisi lain, jumlah PHK selama 8 bulan terakhir tahun ini, naik 23,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.Duh. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/10/02102024.pdf

[3d-flip-book id="198571" ][/3d-flip-book]
Share:
Lentera Today.
Lentera Today.