05 April 2025

Get In Touch

Kisah Tri Jaka, Mahasiswa Tunarungu Lulus Sarjana di Prodi PJKR Unesa

Tri Jaka Setiyo Prawisma, mahasiswa tunarungu prodi S-1 Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (PJKR) yang telah menuntaskan studi di Unesa.(foto:ist/dok.pribadi)
Tri Jaka Setiyo Prawisma, mahasiswa tunarungu prodi S-1 Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (PJKR) yang telah menuntaskan studi di Unesa.(foto:ist/dok.pribadi)

SURABAYA (Lenteratoday) - Tri Jaka Setiyo Prawisma mahasiswa tunarungu Prodi S-1 Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), tampak lega setelah menyelesaikan fase penentuan dalam perjalanan studi sarjananya. 

Mahasiswa angkatan 2020 itu dinyatakan lulus, dalam ujian skripsi yang berlangsung di Ruang Ujian, Gedung FIKK, Kampus 2 Lidah Wetan, belum lama ini. Ia berhasil merampungkan studinya dalam waktu 4,2 tahun. 

Masa studinya memang tidak terlalu cepat. Namun, ia mampu membuktikan dirinya bisa menggapai cita-cita dan membanggakan orang tua. 

“Meskipun tantangan di sana sini, tetapi saya harus menjalaninya sepenuh hati, dan akhirnya bisa lulus. Terima kasih saya ucapkan kepada orang tua, para pembimbing, dosen, dan teman-teman yang selam ini mendukung,” kata Tri Jaka, Senin(21/10/2024).

Tak hanya itu, perjuangannya menyelesaikan studi di Unesa juga mendapat pujian para dosen dan koordinator program studi (Koorprodi). 

Koorprodi S-1 PJKR Unesa, Mochamad Ridwan menuturkan bahwa Tri Jaka termasuk mahasiswa yang tekun kuliah, bahkan catatan akademiknya juga menunjukkan hasil yang bagus.

“Keterbatasan ini tidak menghalangi Jaka, untuk mengikuti perkuliahan secara aktif,” tuturnya. 

Ridwan juga menjelaskan semangat Tri Jaka patut diacungi jempol. Pasalnya, dia tidak menyerah jika pada beberapa kesempatan tidak bisa terlalu mendengarkan atau mencerna materi yang disampaikan dosen. 

Biasanya, dia sering meminta penjelasan ulang secara perlahan agar lebih mudah dipahami di akhir sesi perkuliahan. Para dosen pun menyesuaikan metode pengajarannya, agar bisa dipahami Tri Jaka. 

“Kelasnya mereka itu kan isinya 40 mahasiswa, Tri Jaka tidak menghadapi kendala besar. Penyesuaian yang dilakukan hanyalah pada metode penyampaian materi oleh dosen, yang diberikan sedikit berbeda dibandingkan dengan mahasiswa pada umumnya,” jelasnya. 

Tak hanya itu, Ridwan juga mengapresiasi orang tua Tri Jaka yang sangat mendukung perkembangan akademik anaknya. Orang tua Tri Jaka aktif berkomunikasi dengan para dosen pembimbing akademik atau DPA, untuk memantau perkembangan anaknya. 

Selain itu, mahasiswanya tersebut juga rutin mengunjungi ruang koorprodi, untuk meminta bimbingan teknis terkait perkuliahan.

Ridwan berharap perjuangan Tri Jaka dapat menjadi contoh nyata bagi mahasiswa lainnya, tentang semangat belajar yang tak kenal batas bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan.

"Mahasiswa lain harus bisa mengambil nilai positif dan pelajaran berharga dari Tri Jaka, bagi mahasiswa normal kembangkanlah dan memanfaatkan potensi yang ada agar kehidupan lebih bermakna," tukasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.