Ajak Anak Muda Cinta Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jatim Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2024

SURABAYA (Lenteratoday) - Mengajak anak muda cinta bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024.
Pelaksanaan festival ini merupakan kali kedua dengan cakupan yang lebih luas, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2023.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Umi Kulsum mengatakan festival ini diadakan sebagai upaya untuk memperhatikan, menjaga, dan mengembangkan bahasa-bahasa daerah di Jawa Timur termasuk Madura, Jawa, dan Osing.
"Kami sangat bangga karena Balai Bahasa Jatim, secara konsisten mengawal dan menumbuhkembangkan bahasa-bahasa daerah di Jawa Timur," ujar Umi Kulsum, Jumat(8/11/2024).
Ia menuturkan festival yang diselenggarakan kedua kalinya ini, bertujuan untuk memperkuat revitalisasi bahasa daerah dan mendorong generasi muda agar mencintai bahasa ibu mereka.
"Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat peran bahasa daerah sebagai identitas budaya dan warisan bangsa, yang harus dijaga oleh generasi muda sebagai tunas bahasa ibu," tuturnya.
Ia menjelaskan dalam FTBI 2024, cakupan partisipasi diperluas hingga melibatkan Kabupaten Situbondo dan Bondowoso. Tahun sebelumnya, peserta hanya berasal dari wilayah di Pulau Madura seperti Sampang, Sumenep, Bangkalan, dan Pamekasan.
Selain itu, festival ini diikuti oleh tujuh kategori lomba. Di antaranya menulis cerita pendek, membaca puisi, stand-up comedy dalam bahasa daerah, menulis aksara daerah, mendongeng, pidato, dan nembang dalam bahasa daerah.
"Karena Indonesia kaya akan bahasa daerah dengan lebih dari 718 bahasa dan 778 dialek memerlukan upaya pelestarian yang terus-menerus. Bahkan dalam sebuah penelitian menunjukkan, bahwa beberapa bahasa daerah berada dalam kondisi kritis, punah, atau rentan punah. Bahasa Madura termasuk dalam kategori aman, namun tetap memerlukan perhatian ekstra agar tidak mengalami kemunduran lebih lanjut," jelasnya.
Untuk itu, Umi Kulsum menekankan pentingnya kesadaran akan bahasa daerah sejak usia dini.
"Bahasa daerah bukan hanya identitas kita, tetapi juga memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan membentuk karakter bangsa. Melalui FTBI, kami berharap generasi muda lebih menghargai bahasa ibu dan menjadikannya sebagai kebanggaan mereka," tukasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais