
KEDIRI (Lenteratoday) - Pemkab Kediri melalui Dinas Pendidikan (Dindik) bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) menjalankan Lighthouse School Program (LSP) di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi siswa.
Kepala Dindik Kabupaten Kediri, Dr Mokhamad Muhsin, M.Pd menjelaskan kerjasama ini memperkuat komitmen Pemkab Kediri memajukan pendidikan, menghasilkan lulusan cerdas secara akademik dan memiliki keterampilan relevan untuk dunia kerja dan masyarakat.
“Kami percaya pendidikan adalah kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di masa depan. Kolaborasi ini memberikan kesempatan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat lokal dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dan sumber daya luas,” ujarnya, Sabtu(9/10/2024).
“Selain itu, PSF memiliki reputasi sangat baik dalam bidang pendidikan, baik dalam pengembangan kurikulum. peningkatan kapasitas guru, maupun pemberian akses pendidikan,” tambah Mokhamad Muhsin
Lebih lanjut Muhsin menambahkan setelah program ini berakhir, Pemkab Kediri berencana terus mengawal hasil-hasil positif yang dicapai di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Akan dilakukan evaluasi menyeluruh, untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang berhasil dan area yang masih dapat diperbaiki berdasarkan hasil evaluasi tersebut.
“Kami akan merencanakan langkah-langkah tindak lanjut, termasuk kemungkinan untuk memperluas program ini ke sekolah-sekolah lain di daerah Kediri. Dengan dukungan PSF dan kolaborasi yang solid ini, Pemkab Kedini berharap dapat menciptakan model pendidikan yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di daerah kami, untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” tutup Muhsin
Sementara itu Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Pare, Nanang Sukarsono, S.Pd. M.Si mengatakan LSP memberikan dampak sangat positif baik bagi siswa, guru, manajemen, tata kelola sekolah, hingga lingkungan sekolah di SMA Dharma Wanita 1 Pare.
“LSP memberikan dampak positif bagi seluruh warga SMA Dharma Wanita 1 Pare, dengan meningkatkan kualitas pendidikan yang komprehensif, memperkuat semangat bersama meraih tujuan akademik dan karakter,” ujarnya
Selain itu, lanjut Nanang LSP memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa kurang mampu, melalui sistem berasrama yang mendukung pembelajaran dan pengembangan diri. Sehingga meningkatkan prestasi akademik dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Terpisah Eriani Anisa Hanindhito, selaku Ketua Yayasan Dharma Wanita turut menyatakan kolaborasi ini sebagai langkah yang sangat strategis, untuk membuka lebih banyak peluang bagi siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School dalam hal beasiswa, pengembangan karakter, maupun kemampuan akademik dan non-akademik.
“Kami berharap melalui kolaborasi in SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tidak hanya dikenal sebagai sekolah dengan kualitas pendidikan baik, tetapi juga sebagai tempat yang mampu mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik maupun keterampilan lainnya.” ujarnya.
Bentuk intervensi PSF LSP Kediri dilakukan sejak Mei 2023 hingga Desember 2026 Kegiatan yang dilakukan antara lain seleksi guru, workshop dengan para pemangku kebijakan terkait, pelatihan dan pendampingan intensif, advokasi dan konsultasi, monitoring dan evaluasi, serta diseminasi.
Selanjutnya, peran guru sebagai mercusuar untuk menyebarkan pengetahuan dan program ini kepada lebih banyak guru di Kediri dan sekita, guna meningkatkan kompetensi dan mendukung kualitas pembelajaran.
Rizqi Khoirunnisa selaku Program Specialist Coordinator Putera Sampoema Foundation menyatakan program ini dapat dijalankan atas dorongan Pemkab Kediri untuk bisa menyediakan akses pendidikan berkualitas yang juga bisa diakses oleh siswa yang tidak mampu.
“Melalui kolaborasi dengan PSF, LSP dijalankan di SMA Dharma Wanita 1 Pare, yang untuk mencegah putus sekolah, mengurangi kemiskinan, serta mencetak lulusan berkualitas dengan keunggulan di bidang Leaderpreneurship, prestasi akademik dan non-akademik, serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tutur Rizgi
Adapun untuk meningkatkan kualitas sekolah dilakukan melalui pendekatan komprehensif dan kolaboratif dengan dukungan dari guru-guru berkualitas. Selain itu, diterapkan pula praktik terbaik pembelajaran internasional di bidang STEM dan Bahasa Inggris.
Hal ini untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel. Dengan pendekatan yang lebih holistik ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa secara optimal, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Sebagai pengaplikasian dan praktik terbaik dari program ini, kami menyelenggarakan diseminasi yang diselenggarakan pada 9 November 2024 diikuti oleh 180 peserta guru/ manajemen sekolah jenjang SMP di Kediri dan sekitar.” katanya.
“Adapun diseminator merupakan guru dan manajemen dari SMA Dharma Wanita yang telah menerima pembinaan dari LSP-PSF Topik yang akan menjadi materi workshop terkait dengan Kurikulum Merdeka” imbuh Rizqi
Lighthouse School Program (LSP), program intervensi intensif di sekolah yang bertujuan memenuhi Standar Nasional, melanjutkan tahun pertama pelaksanaan sejumlah wilayah; Baubau (Sulawesi Tenggara), Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dan Kota Kediri, Jawa Timur. Di tahun yang sama, PSF-500 merampungkan program LSP di Buleleng, Ball, dan diserahterimakan kepada Pemkab Buleleng.
Putera Sampoema Foundation (PSF) adalah sebuah institusi bisnis sosial pertama di Indonesia yang bertujuan memajukan Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas. Dengan rekam jejak selama 20 tahun, Institusi in didirikan untuk menjalankan berbagai misi sosial, dan pada tahun 2015 berfokus pada sektor pendidikan sebagai pilar utama organisasi kanina PSF percaya bahwa pendidikan yang berkualitas menjadi kunci penting untuk pengembangan bangsa di masa depan.
Dedikasi PSF diwujudkan dengan serangkaian program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dimana PSF membentuk Sampoerna School System, sebuah sistem edukasi berbasis kurikulum internasional yang terintegrasi untuk Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan jenjang sekolah tingkat tinggi.
Di bawah naungan School Development Outreach (SDO), PSF menjalankan berbagai program, antara lain dengan memberikan lebih dari 43.000 penerima beasiswa yang merupakan siswa-siswi berprestasi di Indonesia, serta menjangkau lebih dari 33.661 Guru dan Kepala Sekolah dan 416.109 sws, 109.560 orang tua serta 152 sekolah di Indonesia.(pkp/*)
Reporter: Gatot Sunarko