04 April 2025

Get In Touch

Pakar Imunologi Unair Soroti Lonjakan Kasus HIV/AIDS pada Usia Produktif 

Dosen Imunologi dan Mikrobiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo MSi MKedKlin
Dosen Imunologi dan Mikrobiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo MSi MKedKlin

SURABAYA (Lenteratoday)- Kasus penyebaran HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) kembali meningkat.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, tercatat ada 243 kasus pasien aktif di Surabaya dengan antiretroviral therapy (ART) di kalangan usia produktif mendominasi.

Menanggapi hal itu, Dosen Imunologi dan Mikrobiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Agung Dwi Wahyu Widodo MSi MKedKlin, mengungkapkan salah satu faktor utama tingginya kasus HIV/AIDS pada usia produktif adalah perilaku drug use dan free sex. 

“Salah satu faktornya adalah penyebaran oleh pengguna obat-obatan (drug use) yang menular lewat injeksi jarum suntik. Selain itu, juga dapat menyebar lewat perilaku free sex,” kata dr Agung, Rabu (13/11/2024).
 
Ia menjelaskan, dalam aspek mikrobiologi, virus HIV-1 memiliki sifat laju penularan yang tinggi. Sehingga dapat mudah menyebar termasuk di Indonesia. “HIV-1 merupakan retrovirus yang lebih berat, namun mudah menular,” jelasnya.
 
Sementara dalam aspek imunologi, dr Agung mengungkapkan bahwa HIV/AIDS menyerang sel CD4 dalam sistem kekebalan tubuh hingga melemahkan sistem imun. Penularan HIV/AIDS dapat tersebar melalui kontak cairan tubuh yang terinfeksi. 

“Drug use sangat berbahaya. Mereka menggunakan obat golongan morfin yang dapat memicu pertumbuhan virus HIV ini lebih cepat. Belum lagi dengan jarum suntik yang mereka pakai bergantian,” ungkap dr Agung.
 
Ia menekankan bahwa satu virus HIV pada saat berpindah ke tempat lain akan mengalami proses mutasi dan proses glikosilasi. Ini merupakan dua mekanisme yang membantu HIV untuk bertahan dalam tubuh, menghindari respons imun, dan tetap menular meskipun dalam kondisi yang berbeda. 

“Hal ini tidak kalah penting dan menunjukkan proses penyebaran yang cukup berbahaya pada kalangan usia produktif,” tambahnya.

 Guna mencegah lonjakan kasus HIV/AIDS pada kalangan usia produktif, dr Agung menyarankan strategi pencegahan efektif. 

Menurutnya, upaya yang bisa dilakukan sedini mungkin adalah dengan memberikan edukasi dan informasi yang benar terkait cara mencegah HIV/AIDS. “Khususnya pada gen Z, mahasiswa dan usia produktif. HIV/AIDS kita bisa cegah dengan kampanye ABC,” terang dosen FK ini.
 
Menurutnya, kampanye ABC, terdiri dari abstinence yakni sikap berhenti atau menahan aktivitas seksual, terutama pada masyarakat yang belum menikah. Kemudian be faithful atau setia, menekankan kesetiaan pada mereka yang telah berpasangan. 

Dan yang terakhir adalah condom. “Kampanye penggunaan condom, bukan berarti kita mengajarkan sesuatu yang tidak benar (melegalkan seks bebas),” tukasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.