
SURABAYA (Lenteratoday) - Jamaah umrah PT Hanan Nusantara Tour & Travel (HNTT) Surabaya kelompok pemberangkatan 31 Oktober 2024, mengeluh kelelahan saat berangkat ke tanah suci yang membutuhkan waktu sekitar 36 jam dan kepulangan keleleran di Bandara Soetta 11 jam.
Sejak awal pihak PT HNTT tidak menunjukkan profesionalisme sebagai tour dan travel, yang biasa memberangkatkan umrah. Jadwal pemberangkatan berubah tiga kali dalam seminggu, pertama dijanjikan berangkat 27 Oktober 2024, namun mendadak diubah 29 Maret 2024. Kurang sehari dari jadwal ini, tiba-tiba berubah lagi menjadi 31 Oktober 2024.
“Namun masih hari yang sama, 29 November 2024 malam ada info melalui pesan singkat pemberangkatan diajukan 30 Oktober 2024 berkumpul dekat Masjid Agung Al Akbar Surabaya,” ujar Khusnul, jamaah asal Sidoarjo yang mengaku dihubungi sesama jamaah terkait perubahan jadwal pemberangkatan, usai kembali tiba di Tanah Air pada Rabu(13/11/2024).
Sesuai jadwal pemberangkatan yang ditentukan 30 Oktober 2024 di Masjid Al Akbar Surabaya sekitar pukul 21.00 WIB, jamaah disiapkan bus. Para jamaah mengira bus tersebut mengangkut ke Bandara Juanda seperti yang dijanjikan, saat awal pendaftaran pemberangkatan dengan pesawat terbang direct (langsung) dari Bandara Juanda langsung ke Jeddah Arab Saudi tanpa transit.
Ternyata bus malam Karina mengangkut sekitar 29 jamaah asal Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Tuban menempuh perjalanan darat 12 jam menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakata. Untuk bergabung dengan jamaah asal Tasikmalaya, Lampung, dan Sumatera. Di tempat ini jamaah harus menunggu terbang 11 jam dengan menggunakan pesawat Ethiopia ke Addis Ababa.
Kita tiba di Bandara Soetta Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB dan baru diterbangkan pukul 20.50 WIB menuju Ethiopia, ini masih transit isi avtur di Bangkok sekitar 1 jam.
Pesawat tiba di Bandara Addis Ababa sekitar pukul 06.25 waktu Ethiopia, dan baru lanjut pesawat ke Jeddah pukul 11.00 waktu Ethiopia. Ada waktu transit sekitar 5 jam, tiba di Jeddah pukul 13.30 Waktu Arab Saudi atau Jumat sekitar pukul 09.30 WIB.
“Sekarang siapa tidak kelelalahan berangkat dari Rabu 30 Oktober pukul 21.00 WIB sampai Jumat pukul 09.30 WIB, sekitar 36 jam perjalanan tanpa mandi dan kesempatan membersihkan diri. Ini sudah tidak profesional menurut saya,” ujar Santi Andriana, jamaah asal Sidoarjo.
Selama perjalanan, jamaah yang usia lanjut tampak sangat kelelahan. Mereka berusaha tetap semangat, karena ingin menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Saat kepulangan ke tanah air pada 12 November 2024 perjalanan serupa juga terjadi, hanya saja dari Bandara Soetta, Jakarta jamaah asal Jawa Timur di naikkan pesawat Lion Air. Tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 17.00 WIB oleh pihak PT HNTT disiapakan tiket penerbangan tertanggal 13 November 2024 pukul 04.00 WIB, sehingga jamaah keleleran di Bandara Soetta sekitar 11 jam.
Sementara itu TL (Tour Leader) dari PT HNTT, Yofinka yang mendampingi jamaah selama perjalanan, saat ditanya terkait keluhan ini menyatakan tidak bisa menjawab. Dia mengaku dari Bagian Informasi Teknologi (IT) mendadak dipanggil dari Jakarta untuk mendampingi jamaah ini.
“Saya ngga tahu, bagaimana perjalanannya bisa begini. Saya janji akan saya sampaikan ke menajemen keluhan para jamaah ini,” ujarnya saat ditanya wartawan Lenteratoday.com yang ikut dalam rombongan ini.
Reporter: Gatot Sunarko/Editor: Ais