05 April 2025

Get In Touch

Pembangunan RS Surabaya Selatan Terdampak Realokasi Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati.

SURABAYA (Lenteratoday) - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya akan memanggil pihak Pemeritnah Kota (Pemkot), terkait pembangunan Rumah sakit Surabaya Selatan yang bakal dibangun pada 2025 mendatang.

Pemanggilan tersebut menyusul adanya opsi pergeseran atau realokasi anggaran di tahun 2025, terkait program makan bergizi gratis di Kota Surabaya.

Anggota Banggat DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati mengungkapkan terkait nasib pembangunan RS Surabaya Selatan, di tengah rencana alokasi anggaran sebesar Rp 1,1 triliun untuk program makanan bergizi gratis. 

Program yang muncul seiring adanya Permendagri No. 15 Tahun 2024 tentang pedoman umum program pemenuhan makanan bergizi ini, dinilai berpotensi mempengaruhi anggaran prioritas lain yang sudah dialokasikan dalam APBD.

“Jika memang benar anggaran sebesar Rp 1,1 triliun dialokasikan untuk program makan bergizi gratis, tentunya ada kemungkinan sejumlah anggaran lain perlu dirasionalisasi atau bahkan digeser. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Kota Surabaya sudah memiliki rencana alternatif seperti Plan A, Plan B, dan Plan C untuk mengantisipasi dampaknya terhadap prioritas lainnya, termasuk RS Surabaya Selatan,” ungkap Aning, Jumat(15/11/2024).

Untuk itu, Aning menuturkan jika Pemkot perlu memberikan penjelasan detail mengenai efisiensi anggaran senilai Rp 1,1 triliun tersebut.

Selain itu, politisi dari Fraksi PKS ini juga menyoroti pentingnya skema sharing anggaran antara APBD dan APBN dalam program makanan bergizi ini. 

"Harus jelas, berapa persen dari APBD dan berapa persen dari APBN. Ini penting agar tidak terjadi pemangkasan besar-besaran terhadap anggaran prioritas lain," tuturnya.

Bahkan dalam waktu dekat, Banggar DPRD Surabaya berencana untuk memanggil Pemkot guna mengkaji lebih jauh rencana rasionalisasi anggaran ini.

"Kita perlu melihat secara rinci, mana yang akan digeser dan mana yang akan diprioritaskan, agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama," tegasnya.

Aning menjelaskan pembangunan RS Surabaya Selatan telah dianggarkan sebesar Rp 305 miliar pada APBD tahun 2025, pembangunan RS tersebut bertujuan meningkatkan akses kesehatan di wilayah selatan Surabaya.

Bahkan rencana pembangunan RS sudah melewati tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study), dan saat ini sedang dalam proses penyelesaian studi kelayakan (feasibility study).

“Kami berharap, Pemkot dapat memberikan gambaran detail mengenai alokasi anggaran yang ada, mana saja yang akan dikerjakan pada tahun 2025 dan mana yang harus ditunda. Dengan demikian, kita bisa menilai apakah anggaran untuk RS Surabaya Selatan ini akan tetap diprioritaskan atau terpaksa digeser,” tukasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.