03 April 2025

Get In Touch

Partisipasi Pemilih Pilgub Jatim 2024 Meningkat, Capai 70,06%

Komisioner KPU Jatim memberikan keterangan di Hotel Double Tree Surabaya, Senin (9/12/2024)
Komisioner KPU Jatim memberikan keterangan di Hotel Double Tree Surabaya, Senin (9/12/2024)

SURABAYA (Lenteratoday) - Tingkat partisipasi masyarakat (Parmas) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur (Pilgub Jatim) Tahun 2024 naik bila dibandingkan dengan tingkat parmas Pilgub Jatim Tahun 2018 dan 2013. Tingkat Parmas pada Pilgub 2024 ini mencapai 70,06%.

Divisi Sosialisasi; Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim), Nur Salam, menyampaikan suara sah mencapai 20.732.562 dan suara tidak sah ada 1.204.640.

“Pada Pilgub Jatim Tahun 2024 tingkat Parmas mencapai 70,06%. Terdiri dari tingkat Parmas pemilih perempuan sebesar 73,87% dan pemilih laki-laki sebesar 66,13%. Sementara, pada Pilgub Jatim Tahun 2018 sebesar 67,39% dan pada Pilgub Jatim 2013 sebesar 59,34%. Dari hasil ini, terlihat dari Pemilihan ke Pemilihan tingkat parmas di Jawa Timur terus mengalami kenaikan,” kata Nur Salam usai rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi dan penetapan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Jawa Timur tahun 2024 pada Senin (9/12/2024) malam.

Dia mengatakan bahwa capaian kenaikan Parmas ini tentu atas peran serta seluruh pihak yang telah bersedia menggunakan hak pilih dalam pemilihan, dan mendorong masyarakat untuk menggunakan hak konstitusinya dalam Pilgub Jatim tahun 2024.

Meski demikian, Nur Salam menyampaikan bahwa KPU Jatim ke depan terus berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. KPU Jatim akan melakukan evaluasi-evaluasi atas penyelenggaraan pemilihan tahun 2024. Dan menetapkan berbagai strategi serta inovasi sosialisasi dan pendidikan pemilih yang sesuai.

Nur Salam menyebutkan pada Pilgub Jatim tahun 2024, inovasi yang dilakukan diantaranya melaksanakan optimalisasi sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis non anggaran seperti media sosial, peningkatan perjanjian kerja sama dengan Perguruan Tinggi dan berbagai stakeholder.

“Kemudian ada kirab maskot Pilkada 2024, sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam bentuk tatap muka dengan menggandeng berbagai stakeholder, gelar budaya, berbagai lomba seperti karikatur serta jurnalistik, dan lain sebagainya. Pada Pemilihan berikutnya, KPU Jatim akan merumuskan kembali sosialisasi dan pendidikan pemilih sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kemudian di sisi lain, Nur Salam menyebutkan ada lima kabupaten/kota yang kenaikan tingkat parmas Pilgub Jatim 2024 tertinggi di Jawa Timur bila dibandingkan dengan Pilgub Jatim 2018. Kelima kabupaten/kota tersebut yaitu Kabupaten Sumenep dengan peningkatan parmas 16,44%, Kabupaten Pamekasan dengan peningkatan parmas 14,17%, Kabupaten Mojokerto dengan peningkatan parmas 13,86%, Kabupaten Lamongan dengan peningkatan parmas 11,46%, serta Kabupaten Tuban dengan peningkatan parmas 10.45%.

Sedangkan, untuk lima kabupaten/kota yang memiliki tingkat parmas tertinggi pada Pilgub Jatim Tahun 2024 yakni Kabupaten Pamekasan 87,67%. Lalu, ada Kabupaten Sampang 87,53%, Kabupaten Mojokerto 84,68%, Kota Batu 81,69%, dan Kota Kediri 80,50%. (*)

Grafik Tingkat Partisipasi Masyarakat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2024 di Jawa Timur.

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.