
KEDIRI (Lenteratoday) -Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendirikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai respons dalam menangani permasalahan kekerasan perempuan dan anak di kota ini.
Penjabat Wali Kota Kediri Zanariah mengemukakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kediri masih menjadi permasalahan yang serius.
Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri menyebutkan sampai November 2024 terdapat 35 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah dilaporkan.
“Ini merupakan angka yang sangat banyak, karena seharusnya tidak boleh ada kasus kekerasan sama sekali, terutama terhadap perempuan dan anak. Perlu digarisbawahi juga, angka tersebut adalah kasus yang terlaporkan. Sedangkan, seperti yang kita tahu, kasus ini bagaikan fenomena gunung es. Masih banyak sekali yang belum terungkap," imbuhnya.
Pj Wali Kota Kediri berharap UPT PPA ini bisa menjadi garda terdepan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak di Kota Kediri, memberikan pelayanan yang lebih optimal, dan terintegrasi kepada korban.
Keberhasilan pada pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur Tri Wahyu Liswati mengapresiasi peresmian UPT PPA Kota Kediri ini.
Menurut dia, UPT PPA ini bisa juga difungsikan sebagai pelayanan rumah aman, ketika korban sedang dalam proses, sebab harus memiliki ruang yang netral. Untuk itu, yang bersangkutan bisa berada di rumah aman UPT PPA Kota Kediri ini.
Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Andi Mirnawaty, Pj Ketua TP PKK Kota Kediri Novita Bagus Alit, Kepala Kemenag Kota Kediri Zamroni, Kepala DP3AP2KB Arief Cholisudin Yuswanto.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Andi Mirnawaty, Pj Ketua TP PKK Novita Bagus Alit, Kepala Kemenag Zamroni, Kepala DP3AP2KB Arief Cholisudin Yuswanto, KBO Satreskrim Polres Kediri Kota Iptu Rudy Hartono, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Fajri, Kepala Dinas Pendidikan, Anang Kurniawan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri Eko Lukmono, serta Satgas PPA se-Kota Kediri.
Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH