04 April 2025

Get In Touch

Tujuh Pesawat Batal Mendarat di Bali Efek Cuaca Buruk

Ilustrasi - Penumpang pesawat berfoto setibanya di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (27/12/2024) -Ant
Ilustrasi - Penumpang pesawat berfoto setibanya di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (27/12/2024) -Ant

DENPASAR (Lenteratoday) - General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab menyampaikan sebanyak tujuh penerbangan tidak dapat mendarat di Bali sehingga dialihkan ke Surabaya dan Lombok.

Dalam keterangan resmi di Denpasar, ia mengatakan, prosedur divert atau mendarat di bandara lain ini dilakukan dampak dari cuaca buruk hujan lebat sejak pagi.

"Ketujuh penerbangan tersebut terdiri dari lima penerbangan domestik dan dua penerbangan internasional,” kata dia.

Adapun dua penerbangan domestik menuju Bali yang dialihkan ke Surabaya adalah penerbangan Lion Air rute Semarang-Bali dan rute Yogyakarta-Bali.

Tiga penerbangan domestik lainnya yang dialihkan ke Lombok yaitu penerbangan Batik Air rute Surabaya-Bali, Super Air Jet rute Surabaya-Bali, dan Lion Air rute Balikpapan-Bali.

"Sementara dua penerbangan internasional yang mengalami divert adalah Malindo Air Melbourne-Bali dialihkan ke Surabaya dan Air Asia Perth-Bali dialihkan mendarat ke Lombok,” ujar Syaugi, dikutip Antara, Minggu (29/12/2024).

Bandara I Gusti Ngurah Rai menjelaskan bahwa prosedur divert sendiri bagian dari keselamatan dalam penerbangan yang dapat dilakukan salah satunya saat terjadi cuaca buruk.

Terhitung hingga siang tadi, prosedur mendarat di bandara lain ini dilakukan mengingat intensitas hujan lebat yang mengakibatkan minimum visibility atau minimal jarak pandang terjadi.

Syaugi juga menyampaikan hujan lebat sejak pagi turut menyebabkan keterlambatan keberangkatan penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Data yang kami terima terdapat 10 penerbangan domestik dan empat penerbangan internasional yang mengalami keterlambatan, rata-rata 60-120 menit dari jadwal,” ujarnya.

Meski demikian hingga sore tadi seluruh penerbangan yang mengalami keterlambatan telah terbang dengan aman, begitu pula penumpang yang gagal mendarat di Bali akhirnya telah tiba.

Bandara di Bali Selatan ini sendiri selama Natal dan Tahun Baru 2025 memberi perhatian lebih dengan membentuk posko angkutan guna mengakomodir seluruh kebutuhan penumpang.

Meski diwarnai cuaca buruk, posko tetap mencatat pergerakan penumpang yang signifikan, dimana sejak Rabu (18/12) lalu sebanyak 707.721 penumpang tercatat menggunakan angkutan udara, ini naik 7 persen dari periode yang sama 2023.

"Kami bersama seluruh stakeholder terkait mengantisipasi kondisi cuaca saat ini dengan terus melakukan koordinasi dan memperbarui informasi,” kata Ahmad Syaugi.

191 ribu penumpang masuk Bali dalam 5 hari

Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat dalam 5 hari momentum jelang Natal sebanyak 191.810 penumpang masuk ke Bali.

Ahmad Syaugi Shahab di Denpasar, Selasa, mengatakan tren penumpang yang datang dari 18-22 Desember 2024 memang lebih tinggi dibandingkan yang berangkat.

"Komposisinya 53 persen atau 191 ribu penumpang masuk ke Bali yang terdiri dari 83 ribu kedatangan penumpang domestik dan 108 ribu penumpang internasional, sisanya 167 ribu atau 47 persennya penumpang berangkat meninggalkan Bali,” kata dia.

Dari catatan bandara, arus kedatangan terpadat dalam lima hari tersebut jatuh pada Minggu (22/12) lalu dengan total 76.669 penumpang terdiri dari 17.924 domestik dan 22.879 internasional.

Syaugi mengatakan Bandara I Gusti Ngurah Rai telah memprediksi adanya lonjakan penumpang jelang Natal dan Tahun Baru 2025, terbukti dalam 5 hari mereka telah melayani total 358.901 penumpang (*)

Sumber: Antara|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.