03 April 2025

Get In Touch

Pengabdian Masyarakat di Desa Bejijong, Unitomo Beri Ketrampilan Keuangan Digital

Tim pengabdian masyarakat Unitomo saat melakukan kegiatan literasi digital di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Tim pengabdian masyarakat Unitomo saat melakukan kegiatan literasi digital di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

SURABAYA (Lenteratoday)– Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) melakukan program pengabdian masyarakat bertajuk "Peningkatan Literasi Keuangan Digital bagi Pelaku Industri Kreatif di Desa Bejijong" di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku industri kreatif terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa tersebut dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan keuangan dan pemasaran.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Iwan Joko Prasetyo, mengatakan program ini selaras dengan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 8 dan 9, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan membangun infrastruktur yang tangguh. 

“Kami melihat potensi besar dari pelaku industri kreatif di Desa Bejijong, namun mereka masih menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi digital. Program ini dirancang untuk memberikan mereka keterampilan yang dibutuhkan guna meningkatkan daya saing usaha mereka,” kata Iwan, Rabu (8/1/2025).
 
Ia menjelaskan, progran yang berlangsung selama tiga bulan ini mencakup serangkaian workshop dan pendampingan yang melibatkan 30 pelaku Industri Kreatif di Desa Bejijong. 

"Para peserta juga diajarkan cara memanfaatkan platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar," jelasnya. 

Salah satu peserta sekaligus pengusaha batik, Nirwana Chandra mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. 

“Sebelumnya, saya hanya mengandalkan penjualan langsung di pasar lokal. Setelah mengikuti workshop, saya berhasil memasarkan produk saya hingga ke luar daerah melalui platform online. Penjualan meningkat hingga 40%,” kata Chandra.

Anggota tim pelaksana Widya Desary Setia Wardhani, mengungkapkan rata-rata skor literasi keuangan digital peserta meningkat dari 45/100 menjadi 75/100, mencerminkan peningkatan sebesar 67%. 

Sebanyak 70% peserta kini rutin menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk, sementara 80% lainnya telah mulai memanfaatkan layanan keuangan digital seperti QRIS.

“Dengan memanfaatkan teknologi digital, para pelaku UMKM tidak hanya dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, tetapi juga memperluas jaringan pelanggan dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Widya.
  
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna, mengapresiasi inisiatif ini. “Program ini membawa harapan baru bagi perekonomian desa. Kami melihat peningkatan signifikan dalam jumlah wisatawan yang tertarik membeli produk lokal melalui platform digital. Hal ini tentunya berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap Tera.

Diketahui, untuk menjaga keberlanjutan hasil, para peserta didorong membentuk komunitas digital di WhatsApp dan Telegram, di mana mereka dapat berbagi pengalaman dan saling mendukung dalam mengatasi tantangan bisnis.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa literasi keuangan digital dapat menjadi katalis dalam meningkatkan daya saing pelaku industri kreatif di era digital. Dengan sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, Desa Bejijong kini berada di jalur yang tepat menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.