
BATU (Lenteratoday) - Dirlantas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Komarudin S.I.K., M.M., bersama tim gabungan pagi ini, Kamis (9/1/2025) melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tragis, yang melibatkan bus pariwisata dan 16 kendaraan lainnya di Kota Batu pada Rabu (8/1/2025) malam kemarin.
Olah TKP dilakukan secara menyeluruh, termasuk Traffic Accident Analysis (TAA) dari titik akhir bus berhenti di Jalan Ir. Soekarno, tempat bus tersebut menabrak pohon untuk menghindari kepadatan atau kerumunan di lokasi utama kejadian.
"Kemarin malam kami sudah melakukan pendalaman olah TKP awal. Hari ini, kami lakukan TAA dari titik terakhir bus berhenti untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kronologi kejadian," ujar Kombes Pol Komarudin.
Kecelakaan yang terjadi pada Rabu malam itu melibatkan bus pariwisata Sakhindra Trans bernopol DK 7949 GB, yang membawa rombongan SMK TI Bali Global. Bus tersebut menabrak 16 kendaraan, terdiri dari 6 mobil dan 10 sepeda motor, sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak pohon di Jalan Ir. Soekarno.
Dari penuturan Komarudin, kejadian ini mengakibatkan 14 korban, dengan rincian 4 orang meninggal dunia, 1 korban mengalami luka berat, dan 9 lainnya luka-luka yang saat ini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit Kota Batu.
Dari penyelidikan awal, diduga sopir bus mengalami kegagalan pengereman saat memasuki Jalan Imam Bonjol, ruas jalan utama dengan elevasi kemiringan 5 hingga 7 derajat. Hal ini diperparah dengan tidak ditemukannya jejak pengereman atau bekas resonan di lokasi kejadian.
"Jadi cukup curam dengan tanpa ada pengereman tentunya akan berakibat fatal bagi kendaraan-kendaraan yang ada di depannya," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi