04 April 2025

Get In Touch

Pemprov Jatim Tutup Dua Pasar Hewan Akibat Tingginya Kasus PMK

Dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan memeriksa kondisi kesehatan sapi di peternakan sapi Tikung, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (8/1/2025) -Ant
Dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan memeriksa kondisi kesehatan sapi di peternakan sapi Tikung, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (8/1/2025) -Ant

SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menutup dua pasar hewan di Ponorogo dan Tulungagung akibat tingginya angka kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di kedua wilayah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani di Surabaya, Kamis (9/1/2025), mengatakan penutupan dilakukan setelah ada permintaan dari masyarakat serta muncul surat keputusan dari bupati.

"Penutupan dilakukan setelah melihat dari data bahwa di dua daerah tersebut ditemukan kasus PMK sangat tinggi. Agar tidak merebak ke daerah lain atau ke ternak lain, maka solusi terbaik ada menutup sementara pasar hewan tersebut.," katanya.

Indyah tidak menyebut secara rinci jumlah yang terpapar di dua daerah tersebut, namun jumlahnya cukup besar sehingga solusi awal adalah menutup pasar hewan.

Sedangkan soal vaksin, Indyah mengatakan Dinas Peternakan Jatim ini sedang disiapkan vaksin dari pengadaan dari APBD maupun dari APBN.

"Ini sudah disiapkan semuanya kebutuhan,” katanya,menutip Antara.

Dia menjelaskan jumlah vaksin yang diperlukan untuk ternak rentan saat ini 9,2 juta, hanya saja yang mendesak dibutuhkan 7,2 juta.

"Untuk bantuan pusat kita dropping 12.500 dosis yang untuk kondisi emergency, yang lainnya nanti menyusul,” katanya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.