03 April 2025

Get In Touch

Sejarah Glodok Plaza, Pusat Perbelanjaan yang Alami Kebakaran 10 Jam Lebih

Sejarah Glodok Plaza telah berlangsung sejak lama. (glodokplaza.com)
Sejarah Glodok Plaza telah berlangsung sejak lama. (glodokplaza.com)

JAKARTA (Lenteratoday) -Kebakaran Glodok Plaza terjadi selama lebih dari 10 jam sejak Rabu (15/1/2025) malam.

Titik awal munculnya api terlihat dari diskotek yang berada di lantai 7 gedung. Kemudian api menyebar hingga atap gedung.

Sejauh ini belum diketahui adanya korban dalam peristiwa tersebut. Namun yang pasti, sempat ada beberapa orang yang terjebak di dalam gedung saat peristiwa kebakaran dan telah diselamatkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta. Penyebab kebakaran Glodok Plaza juga masih menjadi tanda tanya. 

Lantas, siapa pemilik dan bagaimana sejarah mal legendaris Glodok Plaza itu berdiri?

Pemilik Glodok Plaza

Glodok Plaza tercatat diresmikan oleh PT TCP Internusa pada 1977 atau 48 tahun lalu sebagai pionir pusat perbelanjaan modern di Indonesia.

Dikutip dari laman resminya, PT TCP Internusa merupakan salah satu anak PT Surya Semesta Indonesia TBK yang bisnis utamanya pengembang real estate dan properti.

Sebagai pengembang properti di Indonesia, PT TCP Internusa menjadi anggota Real Estate Indonesia (REI) dengan NPA No. 8 Tahun 1971.

PT TCP Internusa berdiri dengan nama PT Town & City Properties pada 1971. Perusahaan itu lalu berubah nama pada 1998 dan menjadi anak PT Surya Semesta Indonesia TBK (SSIA).

PT TCP Internusa dipimpin oleh Eddy P. Wikanta sebagai Presiden Komisaris dan Johannes Suriadjaja sebagai Direktur Utama.

Selain mendirikan Glodok Plaza, PT TCP Internusa memiliki beberapa proyek dan investasi lain seperti Kuningan Raya, Tanjung Mas Raya Estate, Menara Perkantoran Graha Surya Internusa I, dan Edenhaus Simatupang.

Petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan untuk pendinginan setelah terjadi kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta, Kamis (16/1/2025) -Ant

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, SSIA menggenggam saham TCP Internusa mencapai 92,42 persen.

Per September 2024, Plaza Glodok memiliki nilai pasar hingga Rp 576,81 miliar.

Mal yang dibangun berlantai enam ini lantas mengalami perkembangan hingga kini memiliki sembilan lantai dan terdiri dari 903 kios.

Selain pusat perbelanjaan, TCP Internusa membuka The Plaza Hotel Glodok pada Desember 2010. Hotel dengan 91 kamar ini terhubung langsung ke gedung mal.

Sejarah Glodok Plaza berdiri

Mengutip Kompas, sebelum Glodok Plaza berdiri, kawasan Glodok, Jakarta Barat telah menjadi pusat perdagangan oleh VOC di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada masa penjajahan Belanda, lokasi Glodok Plaza dipakai sebagai Lembaga Pemasyarakatan Khusus (LPK) untuk menampung para tahanan yang akan menjalani hukuman mati.

Pada November 1926, Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta sempat ditahan sebelum diasingkan ke Boven Digoel, Papua Selatan.

Dikutip dari laman Perpustakaan Nasional, LPK tersebut berubah fungsi menjadi tempat menyimpan tahanan sesudah kemerdekaan Indonesia.

Namun pada 1972, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjual lahan tersebut ke PT Multi Plaza Properties untuk membangun pusat perbelanjaan. Penjara pun pindah ke pinggiran kota.

Bangunan tersebut kemudian diresmikan sebagai pusat pertokoan dalam HUT ke-450 Jakarta pada Juni 1977 ketika era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Pembangunan pertama Plaza Glodok dimulai pada 1977. Mal enam lantai ini memiliki luas 41.000 meter persegi dan dilengkapi atrium.

Pusat perbelanjaan ini ditempati para pedagang dan berbagai bidang usaha khususnya alat-alat elektronik.

Petuga melakukan pemadaman kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/1/2025) pagi pukul 08.30 WIB (Ant)

Sebelum Glodok Plaza terbakar pada 15 Januari 2025, mal tersebut pernah mengalami kebakaran pada 12 April 1983.

Kebakaran kala itu menghancurkan gedung Glodok Plaza. Bangunan itu pun dibongkar total pada Desember 1984.

Glodok Plaza menjadi pusat perdagangan elektronik terbesar di Asia Tenggara pada 1990. Mal ini dilaporkan memiliki perputaran roda perdagangan terbesar dan terbaik.

Pada 2001, Glodok Plaza resmi berdiri dengan delapan lantai dan satu basement setelah mengalami renovasi. 

Plaza Hotel Glodok resmi menjadi Anchor Tenant di Glodok Plaza pada 2010. Pusat perbelanjaan ini kemudian terus berkembang menjadi pusat audio dan sistem karaoke lengkap di Jakarta sejak 2022.

Tak hanya ruang ritel dalam Glodok Plaza, mal tersebut ikut mengembangkan area komersial di sekitarnya. Tercatat sebanyak 270 unit ruko berada di luar mal.

Glodok Plaza pun telah direncanakan menjadi experience mall yang terintegrasi dengan moda transportasi MRT Jakarta tahap II pada 2027 (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.