03 April 2025

Get In Touch

Korban Tewas Bencana di Pekalongan 22 Orang, Presiden Prabowo Minta Ditangani Cepat

Petugas Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan, dan sukarelawan melakukan evakuasi korban meninggal dunia akibat longsor di Kecematan Petungkrion, Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/1/2025) -Ant
Petugas Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan, dan sukarelawan melakukan evakuasi korban meninggal dunia akibat longsor di Kecematan Petungkrion, Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/1/2025) -Ant

SURABAYA (Lenteratoday) - Jumlah korban tewas akibat bencana di Kabupaten Pekalongan mencapai 22 orang. Terkait dengan bencana ini, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan aparat untuk segera bertindak cepat di lokasi bencana.

Kepala Negara menekankan pentingnya distribusi bantuan secara cepat dan tepat sasaran. “Saya sudah tugaskan langsung Kepala BNPB dan aparatnya untuk bergerak cepat di lokasi membantu pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk meyakini bahwa segera ada tindakan bantuan dan semua bantuan harus cepat dan tepat sasaran,” lanjutnya dilansir dari BPMI, Kamis (23/1/2025).

Presiden Prabowo juga menyampaikan duka cita atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. "Pada kesempatan ini pula, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah bencana banjir dan longsor di Pekalongan, jawa tengah yang mengakibatkan korban jiwa,” ucap Presiden.

Dalam keterangannya, Presiden juga menyampaikan akan terus memantau perkembangan penanganan bencana di Pekalongan. “Saya terus akan memantau perkembangan,” tambahnya.

Sementara itu, satu jenazah lagi ditemukan dalam pencarian korban longsor di Pekalongan, Jawa Tengah. Dengan temuan ini, total ditemukan 22 korban tewas, sementara 4 orang masih dinyatakan hilang.

Dikutip dari detikJateng, Jumat (24/1/2025), korban tewas ditemukan di area persawahan, tidak jauh dari lokasi reruntuhan rumah Sekretaris Desa Kasimpar. Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan, Letkol (Letnan Kolonel) Inf Rizky Aditya menuturkan jenazah berjenis kelamin laki-laki.

"Baru saja ditemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Langsung dievakuasi untuk identifikasi. Hingga Kamis siang ini total sudah 22 yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Rizky, Kamis (23/1/2025).

Salah satu warga, Darmanto, mengaku korban tewas yang baru saja ditemukan ialah pamannya, bernama Diatno. Korban merupakan warga Gumelem. "Dilihat dari ciri-cirinya, terutama pada kakinya bengkok, dan pakai batik," katanya.

Darmanto mengatakan saat kejadian, pamannya baru saja pulang dari acara pernikahan. Pamannya kemudian berteduh di rumah Sekdes karena hujan deras yang mengguyur. "Habis kondangan, kemudian hujan deras ngidul di rumah Pak Carik," ungkapnya.

Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi di Posko induk Bencana Alam Kabupaten Pekalongan di Puskesmas Petungkriyono.

Longsor melanda kawasan Petungkriyono, Pekalongan, pada Senin (20/1/2025) petang, akibat hujan deras. Longsor tersebut menghantam tiga bangunan. Tiga bangunan yang terdampak longsor itu ialah rumah milik Pak Carik atau Sekretaris Desa (Sekdes) Kasimpar, rumah seorang pendeta, dan satu kafe. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.