03 April 2025

Get In Touch

Pasca Insiden Polsek Watulimo, Ketua IPSI Trenggalek Ingatkan Pembekuan Perguruan Silat Jangan Sepihak

Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki.
Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki.

TRENGGALEK (Lenteratoday) – Kericuhan yang melibatkan massa dari salah satu perguruan silat di Polsek Watulimo, Kabupaten Trenggalek hingga berujung perusakan fasilitas dan melukai tiga anggota polisi memunculkan wacana pembekuan organisasi pencak silat.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dikabarkan tengah mengkaji langkah tegas, untuk mencegah insiden serupa terulang. Namun, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Trenggalek meminta keputusan tersebut didasarkan pada kajian yang mendalam dan tidak dilakukan secara sepihak.

Ketua IPSI Kabupten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki mengingatkan pentingnya memastikan para pelaku benar-benar bagian dari perguruan silat, sebelum mengambil tindakan tegas.

“Langkah pembekuan harus didasarkan pada bukti yang kuat. Jika pelanggaran dilakukan oleh individu atau oknum, jangan digeneralisasi menjadi tanggung jawab organisasi. Pembekuan hanya relevan bila pelanggaran bersifat masif dan berdampak besar,” jelas Sigid, Sabtu(25/1/2025).

Sigid juga menyoroti peran penting pemerintah daerah, dalam membina organisasi pencak silat dan masyarakat luas untuk mencegah konflik serupa. Ia berharap pemerintah, aparat, dan pihak terkait dapat bekerja sama dalam menyelesaikan masalah ini secara komprehensif.

“Organisasi pencak silat adalah bagian dari masyarakat. Pemerintah, terutama Bupati dan aparat, memiliki peran besar dalam membina seluruh organisasi agar konflik seperti ini tidak terjadi lagi,” paparnya.

Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tidak serta-merta menyalahkan IPSI atas insiden tersebut, mengingat tidak semua pelaku kericuhan bisa dipastikan sebagai anggota perguruan silat.

“Mari kita teliti dahulu. Jangan sampai organisasi pencak silat langsung disalahkan tanpa bukti yang jelas. Kita harus bertindak bijak dan adil,” tandasnya.

Wacana pembekuan perguruan silat ini muncul, setelah massa dari salah satu perguruan silat mendesak pembebasan rekan mereka yang ditahan di Polsek Watulimo. Aksi ini berujung pada kerusuhan dan perusakan fasilitas kantor polisi pada, Senin(20/1/2025) malam.

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.