30 August 2025

Get In Touch

17 Anak di Sumenep Meninggal Akibat Campak, DPRD Jatim Wanti-wanti Pemprov Tak Lengah 

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas

SURABAYA (Lentera) – Wabah campak di Kabupaten Sumenep, Madura, mengakibatkan lebih dari 2.010 anak terjangkit penyakit ini dan 17 di antaranya meninggal dunia. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Puguh Wiji Pamungkas, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menyiapkan strategi mitigasi yang berkelanjutan. 

“Apresiasi saya sampaikan kepada Pemprov Jatim yang cepat tanggap menghadapi wabah ini. Vaksinasi serentak yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan prima dan terbaik bagi masyarakat. Tetapi yang terpenting, kita jangan lengah. Upaya mitigasi dan preventif harus terus dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang,” ungkap Puguh Wiji Pamungkas, Rabu (27/08/2025).

Pemprov Jatim telah mengirim 9.824 dosis vaksin campak yang digunakan dalam vaksinasi massal melalui Outbreak Response Immunization (ORI) pada 25 Agustus lalu di seluruh kecamatan lewat puskesmas.

Puguh, yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mendukung imunisasi. Menurutnya, vaksinasi bukan hanya kebijakan pemerintah, melainkan hasil kajian ilmiah yang dirancang untuk melindungi generasi bangsa.

“Kalau kita berbicara tentang anak-anak, maka sama halnya kita berbicara tentang masa depan bangsa. Karena itu, seluruh regulasi yang dibuat untuk memproteksi anak dari penyakit harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat di seluruh Jawa Timur semakin proaktif menjalankan imunisasi, bukan hanya di wilayah terdampak.

“Pemerintah sudah menyiapkan infrastrukturnya, tinggal bagaimana masyarakat merespons setiap kebijakan tersebut dengan penuh kesadaran dan semangat,” pungkasnya. (ADV)

Reporter: Pradhita/Editor:Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.