30 August 2025

Get In Touch

Sebanyak 19 Anak Meninggal Dunia Akibat Campak di Tiga Kabupaten Madura

Pemeriksaan kesehatan anak oleh kader posyandu di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. (foto:ist/dok.Ant/Polres Pamekasan)
Pemeriksaan kesehatan anak oleh kader posyandu di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. (foto:ist/dok.Ant/Polres Pamekasan)

PAMEKASAN (Lentera) - Wabah penyakit campak yang menyerang tiga kabupaten di Madura, Jawa Timur yakni Sumenep, Bangkalan dan Pamekasan telah mengakibatkan 19 anak meninggal dunia.

Terbaru, pasien balita yang dirawat di salah satu Puskesmas di Kabupaten Pamekasan, Madura dan diduga terpapar campak meninggal dunia, Rabu (27/8/2025).

"Pasien yang meninggal dunia ini berusia empat tahun. Kami menyebut sebagai terduga campak, karena hasil uji laboratorium belum keluar," kata Plt Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Avira Sulistyowati mengutip Antara, Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan, pasien balita diduga terpapar campak berdasarkan deteksi awal petugas medis dari gejala yang dialami. Menurut dia, balita itu mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah mirip flu.

Kemudian, muncul bercak koplik atau bintik putih kecil di dalam mulut dan sebelum ruam merah khas campak menyebar ke seluruh tubuh 3-5 hari setelah gejala awal muncul.

"Dan bintik-bintik kecil berwarna putih atau keabu-abuan dengan dasar merah, yang muncul di dalam pipi atau mulut," katanya.

Berdasarkan gejala-gejala ini, maka tim media yang menangani kasus tersebut menduga bahwa anak tersebut terpapar campak.

"Karena itu, untuk memastikan apakah positif campak atau bukan, maka Dinkes melakukan uji laboratorium" kata Avira.

Saat ini, warga Pamekasan yang terdata positif campak sebanyak sebanyak 123 anak dari total terduga sebanyak 261 anak.

Avira menjelaskan, tingginya kasus campak di Pamekasan itu akibat rendahnya imunisasi. Dinkes Pamekasan, sambung dia, sudah melakukan imunisasi sejak 20 Agustus 2025 untuk mencegah penyebaran penyakit itu dengan total jumlah sasaran sebanyak 5.016 anak.

Jumlah anak yang positif kasus campak di Pamekasan kali ini lebih banyak, dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, anak yang positif menderita campak sebanyak 25 anak.

Sebelumnya,  Dinkes Kabupaten Bangkalan telah menetapkan wilayah itu darurat penyakit campak, menyusul terjadinya peningkatan kasus akhir-akhir ini.

"Ada sebanyak 548 anak di Kabupaten Bangkalan ini yang diduga terpapar campak, bahkan ada yang telah meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Bangkalan Nur Hotibah dirilis Antara, Selasa (26/8/2025).

Ia menjelaskan, dari jumlah itu, 275 orang sempat menjalani perawatan di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, satu di antaranya meninggal dunia. Sisanya, di perbagai puskesmas di Kabupaten Bangkalan.

Dia mengatakan kasus campak di Bangkalan paling barat di Pulau Madura itu didominasi oleh anak-anak berusia 2-3 tahun.

Kemudian di Kabupaten Sumenep, kejadian luar biasa (KLB) kasus campak terdata sebanyak 2.035 kasus dengan jumlah penderita meninggal dunia mencapai 17 orang.

"Agar langkah yang diambil bisa berjalan efektif, sehingga dalam penanganan kasus tersebut bisa tepat sasaran dilakukan kerja sama lintas sektor," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah mengutip Antara, Sabtu (23/8/2025).

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.