
Surabaya – Mendekati Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang, PDI Perjuangan semakin menegaskan bahwa tidak berjarak dengan berbagai elemen masyarakat termasuk dengan organisasi agama, salah satunya adalah dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Hal ini dilakukan dengan jalinan komunikasi yang terus dibangun dengan NU, salah satunya di Jatim. Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono menjelaskan, jalinan PDI Perjuangan dengan NU ini terlihat dari beberapa kader NU yang digandeng dalam Pilkada mendatang, termasuk Pilkada di Jatim. Kombinasi antara nasionalis yaitu kader dari PDI Perjuangan dan religius dari kader NU diharapkan akan membawa kebaikan bagi bangsa dan daerah.
Kombinasi ini pasangan calon kepala daerah nasionalis -religius ini seperti yang ada kabupaten Malang yaitu Sanusi dengan Didik Gatot Subroto, dimana Sanusi adalah mantan Pengurus Ansor Malang.
Kemudian, pasangan Kartika Hidayati yang merupakan Ketua Muslimat Lamongan dan juga Wakil BupatuI Lamongan bergandengan dengan Sa’im yang maju di Pilkada Lamongan.
Di Pilkada Sumenep, PDI Perjuangan mengusung Achmad Fauzi berpasangan dengan Dewi Khalifah, Ketua Fatayat Sumenep. Kemudian, Hanindhito Pramono berpasangan dengan Dewi Maria Ulfa, Ketua Fatayat Kediri yang maju dalam pilkada Kediri.
Lebih lanjut Deni menjelaskan dengan semakin dekatnya PDI Perjuangan dengan NU, maka bukan mustahik jika sejumlah rekomendasi yang akan turun juga mengusung kader kader NU. Terlebih lagi sanpai saat ini masih ada lima daerah di Jawa Timur yang belum menerima rekomendasi, salah satunya adalah Surabaya.
Bahkan, untuk Surabaya nama HM Zahrul Ashar Asumta As'ad (Gus Hans) telah mendaftar sebagai bakal Calon Wakil Wali Kota. Gus Hans yang saat ini menjabat Dewan Penasihat PW GP Ansor Jatim ini juga merupakan Sekjen Jaringan Kiai Santri Nusantara (JKSN), relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres.
Secara pribadi, Deni juga mengaku sudah sowan ke Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar di Malang pada akhir pekan lalu. Meski demikian, pertemuan tersebut dianggap sebagai pertemuan antara santri yang sowan kepada kiai.
“Ada diskusi ringan soal pilkada. Pesan yang kami peroleh, berpolitik harus bisa menjaga etika politik," katanya. Selain soal pilkada, kami juga berdiskusi ringan soal isu Radikalisme. Bersama NU, kami sepakat bersama-sama menjaga keutuhan NKRI," tegas Anggota DPRD Jatim ini (ufi)