04 April 2025

Get In Touch

Dukungan 8 Partai Non Parlemen di Kota Blitar Tidak Kompak

Dukungan 8 Partai Non Parlemen di Kota Blitar Tidak Kompak

Blitar - Menjelang Pilwali Blitar Tahun 2020 ini, arah dukungan 8 partai non parlemen di Kota Blitar tidak kompak. Dukungan tersebut kepada 2 paslon yang bakal bertarung, yakni incumbent Santoso - Tjujuk Sunario dan Henry Pradipa Anwar - Yasin Hermanto.

Tidak kompaknya partai non parlemen ini disampaikan Ketua DPD PAN Kota Blitar, Joko Nurbatin ketika ditanya arah dukungan 8 partai, dalam Pilwali Blitar Tahun 2020 ini. "Setelah muncul 2 paslon yang mendapat rekomendasi, sampai saat ini belum ada kesepakatan dari 8 partai non parlemen ini," ujar Joko, Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut Joko menjelaskan belum pastinya arah dukungan ini, karena memang dari beberapa kali pertemuan dengan pihak pasangan Santoso - Tjutjuk Sunario dan Henry - Yasin. "Belum ada titik temu kesepakatan, terkait komitmen politik dari paslon maupun partai non parlemen," jelasnya.

Adapun 8 partai non parlemen di Kota Blitar tersebut terdiri dari, Nasdem, Perindo, Berkarya, Partai Garuda, PAN, PSI, PBB dan PKPI.

Alasan belum adanya kesepakatan, juga disebabkan beberapa faktor diantaranya kondisi internal pengurus partai, kebijakan pusat partai dan aspirasi pengurus serta massa pendukung partai. "Misal kebijakan pengurus pusat partai yang menekankan, harus koalisi dengan partai penguasa (koalisi nasional). Juga pecahnya pengurus partai, tapi ada yang partai diberikan kebebasan," ungkap pria yang juga menjabat Sekretaris Granat Blitar ini.

Sehingga menurut Joko bisa dikatakan, arah dukungan dari partail non parlemen ini akan pecah tidak kompak satu suara mendukung salah satu paslon dalam Pilwali Blitar tahun ini. "Bahkan bisa saja terjadi, secara organisasi partai mendukung paslon tertentu. Tapi pengurus dan suaranya, mendukung paslon lain," tandasnya.

Oleh karena itu sebagai bagian dari partai non parlemen, Joko menilai sulit bisa kompak satu suara baik secara organisasi partai maupun suara dukungan. "Sebenarnya partai bisa menyampaikan kondisi politik di daerah, kepada pengurus provinsi dan pusat. Sebagai masukan, untuk mengambil keputusan arah dukungan kepada paslon," terang Joko.

Dari 8 partai non parlemen di Kota Blitar tersebut, baru Nasdem yang sudah memberikan rekomendasi kepada paslon cawali dan cawawali Henry-Yasin. Sementara 7 lainnya, masih dalam proses pembahasan komitmen politik. "Untuk PAN juga masih proses, memilih paslon yang akomodatif dan memberikan derajat sama kepada partai non parlemen ini," imbuh Joko.

Seperti diketahui dalam Pilwali Blitar tahun 2020 ini, sudah muncul 2 paslon cawali-cawawali yang akan bertarung yaitu incumben Walikota Blitar Santoso-Tjutjuk Sunario politis Gerindra yang diusung PDIP, Gerindra dan PPP. Kemudian pasangan Henry Pradipta Anwar putra mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar-Yasin Hermanto Ketua DPC PKB Kota Blitar, yang diusung PKB, Golkar dan PKS. (ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.