MALANG (Lentera) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan kesiapannya untuk melakukan penyesuaian rute angkot pengumpan atau feeder Transjatim. Langkah ini disiapkan agar angkutan penghubung dapat bekerja optimal, terutama dengan potensi melonjaknya minat masyarakat terhadap layanan Transjatim.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penyesuaian rute menjadi kebutuhan penting untuk memastikan mobilitas warga tetap terlayani, sekaligus menghubungkan halte-halte utama Transjatim. Dishub juga terus membuka ruang diskusi dengan paguyuban angkutan kota untuk mematangkan mekanisme feeder.
"Kami masih terus diskusi dengan paguyuban angkutan kota (angkot), terutama feeder terkait dengan recruiting-nya," ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Menurut Jaya, sapaan akrabnya, sebagian jalur angkot saat ini sebenarnya sudah memungkinkan untuk langsung difungsikan sebagai feeder, karena beririsan dengan halte-halte Transjatim.
Jaya mencontohkan jalur eksisting yang terhubung dengan sejumlah titik rambu stop Transjatim. Dengan pola tersebut, menurutnya Dishub tinggal memastikan pola operasional, rekayasa rute, dan kesiapan awak angkot agar layanan pengumpan bisa berjalan efektif tanpa mengganggu trayek utama.
Selain mempersiapkan feeder, Dishub Kota Malang juga menyatakan kesiapannya melakukan penyesuaian rute operasional Transjatim apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas. Hal itu diperlukan agar armada tetap dapat melayani warga meski terjadi perubahan situasi di lapangan. "Tugas kami melakukan penyesuaian dalam rangka melayani masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, Dishub telah berkoordinasi dengan pihak Transjatim terkait sejumlah kegiatan yang berpotensi menimbulkan pengalihan arus, seperti haul Darul Hadist yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Menurutnya, antisipasi dini diperlukan untuk menjaga kelancaran layanan.
Tingginya minat warga selama masa uji coba Transjatim menjadi salah satu landasan Dishub mempercepat pembahasan feeder. Jaya mengungkapkan, antusias warga terlihat sejak masa uji coba digelar pada 21-26 November 2025. Hampir seluruh halte utama dipadati penumpang.
"Antusias warga menggunakan Transjatim sangat tinggi. Dibuktikan dengan kondisi hampir setiap titik halte peminatnya banyak, sampai mengantre," tuturnya. Ia menyebut load factor di titik-titik tertentu bahkan mencapai hampir 100 persen.
Beberapa lokasi fasilitas umum tercatat menjadi titik paling ramai. Halte di kawasan stasiun, pusat perbelanjaan, serta kampus-kampus di Kota Malang disebut menjadi pusat konsentrasi penumpang. Lonjakan tersebut sekaligus menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai mengalihkan mobilitas mereka ke transportasi umum.
Jaya juga berharap euforia ini tidak hanya terjadi saat masa uji coba kemarin yang masih menggratiskan tarif. (ADV)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi




