JAKARTA (Lentera) - Sudah ada 62 kasus infeksi Influenza A subclade K atau 'super flu' di Indonesia hingga akhir Desember 2025, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Ketiganya menjadi kontributor utama dalam temuan kasus super flu di Indonesia.
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, mengatakan temuan didapat dari 88 laporan sentinel influenza like illness (ILI) dan severe acute respiratory infections (SARI) yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Hingga akhir Desember tercatat total 62 kasus di delapan provinsi," ujar Widyawati, dikutip cnnindonesia, Jumat (2/1/2026).
Widyawati menjelaskan, mayoritas kasus terjadi pada perempuan, yang terdiri dari 64 persen dari total yang dilaporkan. Kelompok anak juga menjadi perhatian. Anak usia 1-10 tahun tercatat menyumbang sebanyak 35 persen.
Kemenkes menegaskan, temuan puluhan kasus ini menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Influenza A subclade K.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mewaspadai gejala, dan segera memeriksakan diri jika mengalami demam, batuk, pilek, atau sesak napas.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi influenza, demi menekan risiko penularan atau mencegah keparahan.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine menyatakan kasus terkonfirmasi sejak 25 Desember 2025.
"Pada tanggal 25 Desember 2025, Balai Besar Laboratorium Kesehatan melaporkan telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a 1/K, atau yang dikenal dengan subclade K," ujar Prima.
Meski sudah ditemukan subclade K belum mendominasi total kasus influenza di Indonesia. Namun, Prima mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap gejala subclade K yang dinilai lebih berat dibanding flu biasa.
Lalu, bagaimana gejala super flu itu?
Dokter spesialis paru RS Paru Persahabatan Agus Dwi Susanto menyebut infeksi subclade K dapat memicu keluhan yang cukup berat.
Berikut beberapa gejala super flu atau infeksi Influenza A subclade K:
- demam tinggi 39-41 derajat Celcius
- nyeri otot berat
- lemas ekstrem
- batuk kering
- sakit kepala
- tenggorokan berat.
Agus juga mengatakan penularan virus ini relatif cepat. Satu orang yang terpapar bisa menularkan ke dua hingga tiga orang lainnya. Ia lantas mengimbau masyarakat agar tetap melakukan tindakan preventif.
Berikut beberapa tindakan mencegah menularkan dan terkena super flu subclade K dikutip dari CNN, Kamis (1/1/2026):
- Menjaga stamina tubuh dengan makan minum cukup dan bergizi
- Istirahat yang cukup
- Olahraga
- Jaga kebersihan lingkungan
- Cuci tangan dengan teratur
- Pakai masker bila kontak dengan penderita atau di keramaian
- Vaksinasi influenza
- Bila sakit flu, jangan batuk, bersin sembarangan
- Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





