06 January 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Program Revitalisasi 38 SMA dan SMK serta SLB di Malang Raya

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai menandatangani prasasti peresmian bangunan hasil rehabilitasi di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (2/1/2025). (Santi/Lentera)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa usai menandatangani prasasti peresmian bangunan hasil rehabilitasi di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (2/1/2025). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan prasarana hasil program rehabilitasi dan revitalisasi 38 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Malang Raya Tahun Anggaran (TA) 2025, di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (2/1/2026). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan standar layanan pendidikan.

"Hari ini kami meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi atau renovasi 35 SMA/SMK, kemudian 3 SLB, baik negeri maupun swasta. Jadi total ada 38 sekolah yang direvitalisasi dan itu khusus di wilayah Malang Raya," ujar Khofifah.

Menurutnya, sebagian besar revitalisasi dan rehabilitasi difokuskan pada perbaikan fasilitas toilet sekolah yang terintegrasi dengan ruang-ruang utama pembelajaran, seperti ruang kelas dan ruang pertemuan.

Khofifah menegaskan, keberadaan toilet yang layak dan memenuhi standar merupakan bagian penting dari kualitas layanan pendidikan. Selama ini, fasilitas tersebut kerap dianggap sebagai ruang pendukung yang kurang mendapatkan perhatian.

"Biasanya toilet itu dianggap sebagai 'ruang samping.'Tapi kami meyakini bahwa kualitas layanan pendidikan itu bukan hanya kurikulum dan pengajarnya, tetapi juga ruang kelas dan sampai dengan toilet di sekolah harus memenuhi standar," tegasnya.

Khofifah berharap, melalui perbaikan sarana dan prasarana tersebut, kualitas proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai menjelaskan secara rinci realisasi program revitalisasi dan rehabilitasi di wilayah Malang Raya, khususnya untuk sektor SMK, SMA, dan SLB.

Untuk sektor SMK, revitalisasi dan rehabilitasi dilakukan pada 23 sekolah negeri dan swasta dengan total anggaran lebih dari Rp23 miliar. Program tersebut difokuskan pada sembilan menu bantuan.

"Fokusnya pada sembilan menu bantuan, di antaranya pembangunan dan perbaikan ruang praktik siswa, laboratorium, ruang OSIS, ruang kelas, ruang UKS, hingga toilet," ungkap Aries.

Adapun pada jenjang SMA, revitalisasi dan rehabilitasi menyasar 12 sekolah negeri dan swasta dengan total anggaran lebih dari Rp5 miliar. Bantuan diarahkan pada penguatan sarana pembelajaran dan penunjang kegiatan siswa.

Sedangkan untuk sektor pendidikan inklusif, revitalisasi menyasar tiga SLB negeri dan swasta dengan total anggaran sebesar Rp4,3 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru dan ruang pembelajaran khusus.

"Ini digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru dan ruang pembelajaran khusus. Ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang layak bagi anak-anak berkebutuhan khusus," katanya.

Aries menambahkan, program rehabilitasi dan revitalisasi ini tidak hanya dilaksanakan di Malang Raya, tetapi merata di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sepanjang tahun 2025.

"Sepanjang 2025, program ini melibatkan lebih dari 300 satuan pendidikan, baik SMA, SMK, maupun SLB negeri dan swasta, dengan total anggaran yang disalurkan mencapai lebih dari Rp450 miliar dari APBN dan APBD Pemprov Jatim," ungkapnya.

Ia memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh panitia pembangunan sekolah yang ditunjuk secara profesional, dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Reporter: Santi Wahyu|Editor:Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.