MALANG (Lentera) -Jalur provinsi Malang–Kediri kembali terganggu akibat longsor tebing yang terjadi dua hari berturut-turut di wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang
Hujan deras yang mengguyur, pada Rabu (21/1/2026) sore hingga malam memicu terjadinya bencana alam, yakni banjir luapan dan tanah longsor yang sempat menutup akses jalan desa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan banjir terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Desa Pujon Lor, tepatnya di RT 7 dan RT 8, Kecamatan Pujon. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas deras menyebabkan Sungai Baloh meluap.
"Luapan air sungai dipicu adanya sumbatan sampah, sehingga air meluber ke badan jalan dan membawa material sampah di sepanjang jalan antar RT," ujar Sadono melalui laporan tertulis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Malang, Kamis (22/1/2026).
Akibat kejadian ini, Sadono menyebut terdapat 3 titik timbunan sampah yang meluap di sebagian badan jalan, di antara RT 7 dan RT 8 Desa Pujon Lor. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa banjir tersebut.
Lebih lanjut, hingga Kamis (22/1/2026) dini hari, menurutnya proses pembersihan telah mencapai sekitar 70 persen.
"Masih tersisa dua titik yang dalam proses penanganan. Satu titik tinggal pembersihan dan penyemprotan, sementara satu titik lainnya masih dalam proses pengangkutan sampah menggunakan alat berat dan dam truk," jelasnya.
Sementara itu, beberapa jam setelah kejadian banjir, bencana tanah longsor terjadi di Dusun Talasan, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, sekitar pukul 19.30 WIB. Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Sadono menyebutkan, longsor terjadi pada tebing dengan tinggi sekitar 7 meter, lebar 3 meter, dan panjang mencapai 15 meter. Material longsoran menutup total akses Jalan Desa Sukomulyo, sehingga sempat menghambat aktivitas dan mobilitas warga.
"Material longsor menutup jalan desa secara total. Namun tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini," katanya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan loader. Menurut Sadono, proses penanganan dan pembersihan material longsor dilakukan secara intensif hingga dini hari.
Hasilnya, penanganan longsor dinyatakan selesai sekitar pukul 03.35 WIB. "Jalan Desa Sukomulyo yang sebelumnya tertutup material longsor kini telah kembali dapat dilalui oleh kendaraan dan masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




