01 February 2026

Get In Touch

Ilmuwan Temukan Formula Gula yang Tak Picu Insulin

Ilmuwan Temukan Formula Gula yang Tak Picu Insulin

SURABAYA ( LENTERA ) - Sebuah terobosan besar dalam industri pangan baru saja diumumkan oleh tim peneliti internasional. Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi jenis gula baru yang menawarkan rasa manis autentik, namun memiliki indeks glikemik yang sangat rendah. Penemuan ini diprediksi akan menjadi titik balik dalam upaya pencegahan diabetes melitus dan obesitas secara global.
Berbeda dengan gula pasir konvensional (sukrosa) yang memicu lonjakan glukosa darah secara drastis, senyawa gula baru ini memiliki struktur molekul yang lebih kompleks. Hal ini menyebabkan proses penyerapan oleh tubuh berlangsung lebih lambat, sehingga pankreas tidak perlu memproduksi insulin secara berlebihan.

Dalam laporan risetnya, para ahli menjelaskan bahwa gula ini tidak hanya ramah bagi metabolisme, tetapi juga memiliki profil rasa yang hampir identik dengan gula alami, tanpa meninggalkan rasa pahit (aftertaste) seperti yang sering ditemukan pada pemanis buatan tradisional.
Dr. Sarah Jenkins, seorang ahli biokimia pangan yang terlibat dalam studi tersebut, menyatakan bahwa penemuan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan manusia pada gula rafinasi yang merusak.

"Tantangan terbesar dalam industri pangan adalah menemukan pemanis yang fungsional secara teknis namun aman bagi kesehatan jangka panjang. Gula baru ini memberikan jawaban atas dilema antara keinginan konsumsi rasa manis dan kebutuhan untuk menjaga kestabilan kadar insulin," ujar Dr. Jenkins.
Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat menekan angka prevalensi penyakit tidak menular (PTM) yang terus meningkat. Pihak otoritas kesehatan memandang bahwa substitusi gula ini dapat diintegrasikan ke dalam berbagai produk pangan olahan, mulai dari minuman kemasan hingga produk roti, tanpa mengubah tekstur atau cita rasa secara signifikan. (Nathasya-UINSA, berkontribusi dalam tulisan ini.)

Bijak dalam Mengonsumsi Gula
Sambil menunggu komersialisasi luas dari penemuan gula baru ini, berikut adalah langkah praktis untuk menjaga kadar insulin Anda tetap stabil:
Pahami Label Kemasan: Cermati istilah lain dari gula pada komposisi produk, seperti maltodekstrin, sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS), atau dekstrosa.
Pilih Pemanis Alami Berkalori Rendah: Gunakan alternatif yang sudah tersedia saat ini seperti stevia atau monk fruit yang tidak memengaruhi kadar gula darah.
Utamakan Serat Sebelum Karbohidrat: Mengonsumsi sayuran sebelum makanan manis dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam sistem pencernaan.
Batasi Konsumsi Minuman Manis: Cairan manis diserap jauh lebih cepat oleh tubuh dibandingkan makanan padat, sehingga memicu respons insulin yang lebih agresif.
Perhatikan Porsi: Rasa manis tetaplah stimulasi bagi lidah. Melatih sensitivitas indra perasa dengan mengurangi takaran gula secara bertahap adalah solusi terbaik untuk jangka panjang.(*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.