02 February 2026

Get In Touch

BPBD Kabupaten Malang Catat 12 Kejadian Pohon Tumbang Sepanjang Januari 2026

Pohon tumbang di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang terjadi beberapa waktu lalu. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Pohon tumbang di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang terjadi beberapa waktu lalu. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sedikitnya 12 kejadian pohon tumbang selama Januari 2026. Belasan peristiwa tersebut terjadi di beberapa wilayah yang dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang.

"Masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang karena bisa menimbulkan dampak, salah satunya pohon tumbang," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, dikonfirmasi pada Senin (2/2/2026).

Dia merindi, peristiwa pertama terjadi pada Kamis (1/1/2026) di Jalan Sapta Marga, Kecamatan Kepanjen. Pohon setinggi sekitar 10 meter tumbang dan menimpa warung semi permanen. Kejadian tersebut sempat menutup arus lalu lintas dari arah Kepanjen menuju Desa Kemiri.

Selanjutnya pada Minggu (11/1/2026), Sadono mengatakan pohon jenis trembesi dengan diameter sekitar 90 sentimeter dan tinggi 20 meter tumbang di Jalan Raya Dampit, Kecamatan Dampit. Jalur provinsi Malang-Lumajang sempat tertutup, dan beberapa warung di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan.

"Pada hari yang sama, pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter juga tumbang di Jalan Raya Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo, yang menyebabkan arus lalu lintas sempat terhenti sementara," kata Sadono.

Kejadian berikutnya tercatat pada Selasa (20/1/2026) di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari. Pohon jenis sengon setinggi sekitar 17 meter dengan diameter 70 sentimeter tumbang dan menutup akses jalan menuju Pondok Pesantren PIQ.

Lebih lanjut, hujan disertai angin kencang kembali menyebabkan pohon tumbang pada Jumat (23/1/2026) di Dusun Ngeprih, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon. Pohon trembesi setinggi tujuh meter tersebut sempat menghambat arus lalu lintas Malang-Kediri.

Pada Sabtu (24/1/2026), Sadono menyebutkan terdapat dua kejadian pohon tumbang terjadi di Kecamatan Bululawang dan Kecamatan Donomulyo.

Di Desa Kuwolu, Bululawang, pohon trembesi berdiameter 80-100 sentimeter dan tinggi sekitar 15 meter tumbang menimpa satu mobil yang sedang melintas.

"Sementara di Desa Kedungsalam, Donomulyo, pohon berdiameter sekitar 70 sentimeter dan tinggi 20 meter mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur," katanya. 

Kejadian serupa kembali terjadi pada Kamis (29/1/2026) di Kecamatan Pakisaji yang sempat menghambat akses menuju Perumahan Citra Raya. Disusul pada Jumat (30/1/2026), pohon setinggi sekitar delapan meter tumbang dan menghambat akses Jalan Raya Sumberejo menuju Kecamatan Pagak.

"Di hari yang sama, pohon setinggi sekitar 15 meter tumbang hingga menutup seluruh Jalur Provinsi Malang-Kediri. Tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang," terang Sadono. 

Kemudian pada Sabtu (31/1/2026), pohon tumbang terjadi di Jalan Sumberpasir, Kecamatan Pakis, yang mengakibatkan kerusakan pada 3 rumah warga dengan estimasi kerugian mencapai Rp19 juta. Pada hari yang sama, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Talok, Kecamatan Turen, yang menyebabkan arus lalu lintas terhambat.

"Dari keseluruhan kejadian tersebut tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan," tegas Sadono.

Dijelaskannya, BPBD juga telah menyampaikan rekomendasi kepada perangkat daerah terkait. Agar melakukan mitigasi berupa perantingan atau pengeperasan dahan pohon, khususnya di jalur-jalur rawan.

"Kami sudah menyampaikan kepada organisasi perangkat daerah teknis untuk melakukan kegiatan mitigasi, termasuk kepada pengelola jalan provinsi maupun nasional karena BPBD tidak memiliki kewenangan untuk itu," jelasnya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.