PALANGKA RAYA (Lentera) – Hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2026, diharapkan dapat disusun dan direalisasikan sesuai dengan skala prioritas pembangunan Kota Palangka Raya.
Wakil Ketua (Waket) II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menyatakan ini sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan berfokus pada kebutuhan utama masyarakat.
"Prioritas pembangunan ditetapkan melalui Musrenbang harus sejalan dengan arah kebijakan yang telah disepakati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029," papar Nenie, Kamis (5/2/2026).
Ia menerangkan, beberapa sektor yang menjadi fokus utama meliputi pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurut Nenie, hal ini selaras dengan program prioritas Provinsi Kalimantan Tengah yang termasuk pengembangan zona tengah sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pariwisata.
Infrastruktur jalan menjadi salah satu poin penting dalam prioritas pembangunan. Dimana sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya telah fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan di kawasan prioritas, seperti Rajawali, Tilung, dan Panarung.
"Pada tahun 2025, telah dilaksanakan rekonstruksi jalan dan normalisasi drainase di titik rawan genangan di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut, ini menjadi dasar perencanaan lebih lanjut di tahun 2026," jelasnya.
Nenie melanjutkan, sektor kesehatan dan pendidikan harus mendapat perhatian khusus.
Upaya ini sejalan dengan capaian 100 hari kerja Wali Kota Fairid Naparin yang mencakup berbagai program layanan publik. Musrenbang juga bertujuan untuk memastikan peningkatan fasilitas kesehatan seperti pembangunan dan renovasi puskesmas, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah.
Nenie menekankan, kedua sektor ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat Palangka Raya. Tidak hanya itu, pemberdayaan ekonomi lokal tidak kalah penting.
Nenie juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor parkir, sarang burung walet, dan UMKM.
Ia menyatakan jika hasil Musrenbang juga harus memuat program untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Dengan mengembangkan UMKM, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta mengurangi tingkat pengangguran di kota," tuturnya.
Selebihnya ia berharap, realisasi hasil Musrenbang bisa berjalan lancar dan tepat waktu dengan dukungan dan sinergi dari semua pihak.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar turut berpartisipasi memantau pelaksanaan pembangunan sehingga setiap program memberikan manfaat nyata dan merata bagi seluruh warga Kota Palangka Raya," pungkasnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH





