13 February 2026

Get In Touch

Yayasan GSN Salurkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo di Madiun

Nanik S Deyang bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto dan unsur Forkopimda mencoba becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Nanik S Deyang bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto dan unsur Forkopimda mencoba becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

MADIUN (Lentera)— Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program bantuan transportasi ramah lingkungan, melalui penyaluran bantuan becak listrik di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), menggunakan produk dalam negeri buatan PT Pindad sebagai komitmen mendorong industrialisasi nasional sekaligus transisi menuju transportasi hijau.

Sebanyak 200 unit becak listrik dibagikan kepada tukang becak di Kabupatrn Madiun, dengan prioritas penerima kelompok lansia berusia di atas 60 tahun.

Penyaluran dilakukan di Pendopo Ronggo Jumeno, dihadiri pemerintah daerah setempat.

Wakil Ketua YGSN yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S Deyang menjelaskan pembagian ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya.

Pada 2024, YGSN telah menyalurkan sekitar 50 unit becak listrik di Kabupaten Madiun, jumlah tersebut kini ditambah secara signifikan.

“Hari ini kita tambah 200 unit. Ini produksi PT Pindad dengan spesifikasi lebih baik—lebih ringan, bannya lebih besar dan kuat, serta sepenuhnya berbasis listrik,” kata Nanik, Minggu (8/2/2026).

Menurut Nanik, secara nasional YGSN telah menyalurkan sekitar 11.500 unit becak listrik di berbagai daerah. Program ini akan terus berlanjut secara bertahap hingga 2028, dengan pengadaan puluhan ribu unit tambahan yang telah dipesan kepada PT Pindad.

Ia menegaskan, bahwa bantuan tersebut bersifat bantuan sosial produktif dan tidak boleh disalahgunakan.

“Becak listrik ini tidak boleh dijual atau digadaikan. Ini untuk bekerja dan meningkatkan penghasilan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Menurutnya, becak listrik dapat menjadi bagian dari solusi transportasi publi, yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.

“Becak listrik ini tidak bising, lebih halus, dan nyaman. Ini sejalan dengan konsep go green dan mendukung kesehatan lingkungan,” ujar Hari Wuryanto.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyiapkan dukungan infrastruktur, termasuk fasilitas pengisian daya listrik di ruang publik seperti masjid, kantor desa, dan fasilitas umum lainnya.

Ke depan, becak listrik diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mobilitas harian warga, tetapi juga untuk sektor pariwisata dan layanan publik.

Program becak listrik ini dinilai menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan sosial, dan industri nasional.

Selain mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, program ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan tukang becak melalui efisiensi biaya operasional.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap transportasi tradisional seperti becak tetap relevan di era modern, sekaligus bertransformasi menjadi moda transportasi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo /Editor: Ais

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.