05 March 2026

Get In Touch

DPRD Jatim Tegaskan Pentingnya Penegakan Perda yang Mengatur Hiburan Malam

Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas (Tengah)
Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas (Tengah)

SURABAYA (Lentera) - Anggota DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan pentingnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait polemik keberadaan tempat hiburan malam yang diduga tidak sesuai aturan, terutama soal jarak dengan lembaga pendidikan. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat Masa Sidang II Tahun 2026 di Kota Malang.

 

“Kalau memang ada yang melanggar Perda, khususnya terkait jarak dengan tempat pendidikan, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Penegakan aturan penting agar wajah Kota Malang tetap terjaga,” ungkap Puguh, Jumat (13/02/2026).

 

Meski demikian, Politisi PKS tersebut menekankan bahwa pendekatan yang didorong bukan penghapusan industri hiburan malam, melainkan penataan yang selaras dengan karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan dan religius.

 

“Kita tidak sedang berbicara menghilangkan industri, tetapi bagaimana memanajemeni agar selaras dengan identitas Kota Malang,” jelasnya.

 

Anggota Komisi E DPRD Jatim itu juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur terkait peninjauan ulang izin usaha yang memicu polemik di tengah masyarakat.

 

Selain isu tata kelola kota, forum tersebut turut menyoroti meningkatnya angka pengangguran, terutama di kalangan generasi muda. Puguh menilai perlunya pengakuan lebih luas terhadap sektor informal dan industri kreatif dalam ekosistem ketenagakerjaan.

 

“Hari ini demografi kita didominasi generasi milenial, gen Z, dan gen alpha yang lekat dengan dunia digital. Banyak yang bergerak di sektor kreatif dan informal, tetapi belum sepenuhnya terakomodasi dalam data ketenagakerjaan formal,” paparnya.

 

Ia mendorong pemerintah memperkuat pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta membuka akses pasar hingga level internasional agar potensi generasi muda Malang Raya dapat berkembang optimal.

 

“Negara harus hadir memfasilitasi akses pasar dan memperkuat pelatihan. Potensi anak-anak muda ini sangat besar dan bisa menjadi solusi konkret atas persoalan pengangguran,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.