16 February 2026

Get In Touch

Investasi Kota Malang Tembus Rp3,11 Triliun, Belasan Ribu Pekerja Terserap Sepanjang 2025

Ilustrasi: Pencari kerja di Kota Malang memanfaatkan gelaran job fair, GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Pencari kerja di Kota Malang memanfaatkan gelaran job fair, GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Sepanjang tahun 2025 investasi di Kota Malang menembus Rp3,11 triliun sehingga mampu menyerap belasan ribu tenaga kerja lokal. Sepanjang tahun 2025

Tercatat sebanyak 11.307 warga ber-KTP Kota Malang berhasil terserap ke berbagai sektor usaha, mulai dari UMKM hingga usaha skala besar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan tingginya angka investasi terbukti berbanding lurus dengan meningkatnya serapan tenaga kerja lokal.

"Semakin tinggi investasi yang terealisasi, maka semakin besar pula peluang kerja yang terbuka bagi warga kita. Berdasarkan laporan dari satu data investasi, sudah mampu menyerap tenaga kerja Kota Malang sejumlah 11.307 orang," ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Arif, realisasi penanaman modal yang tinggi juga menjadi salah satu faktor pendukung menurunnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, lanjut Arif, TPT Kota Malang pada tahun 2025 berada di angka 5,69 persen. Mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 6,1 persen. 

Dirinya berharap tren penurunan tersebut dapat terus berlanjut pada 2026. Seiring dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong realisasi investasi yang lebih tinggi lagi. Arif menilai, konsistensi peningkatan investasi dalam 2 tahun terakhir menjadi modal optimisme untuk mencapai target berikutnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2024 realisasi investasi Kota Malang tercatat sebesar Rp2,96 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat pada 2025 dengan target Rp3,06 triliun. Serta berhasil terlampaui menjadi Rp3,11 triliun per 31 Desember 2025 berdasarkan rilis data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Biasanya kenaikan itu sekitar dua persen dari tahun sebelumnya. Kota Malang ini termasuk yang diberi target kenaikan dua persen oleh kementerian. Rata-rata kota lain, kecuali Surabaya, itu hanya sekitar 0,5 sampai 1 persen," ungkap Arif.

Berdasarkan tren tersebut, pada 2026 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan capaian investasi di angka Rp3,4 triliun. Arif menegaskan, peningkatan investasi bukan sekadar mengejar angka. Tetapi memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan terbukanya lapangan kerja baru bagi warga Kota Malang.

"Harapannya di 2026 ini, dengan target Rp3,4 triliun, tingkat pengangguran terbuka kita juga bisa turun lagi dari angka 5,69 persen," katanya.

Lebih lanjut, Arif juga menjelaskan pendataan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) sejak 2020 hingga penerapan Risk Based Approach (RBA) pada 2022, menjadi fondasi penting dalam memetakan pergerakan investasi di Kota Malang.

Melalui sistem tersebut, menurutnya pemerintah dapat memantau pertumbuhan usaha. Sekaligus dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja secara lebih terukur. 

"Di Kota Malang ini totalnya hampir 90.000 usaha kecil hingga usaha besar. Itu total mulai dari berlakunya OSS. Berarti mulai tahun 2020 sebelum Risk-Based Approach (RBA), sampai 2022 setelah RBA," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.