16 February 2026

Get In Touch

Reses di Tambak Osowilangun, Ketua Komisi A Tekankan Validitas DTSEN dan Bantu UMKM Jahit

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widayatmoko reses di Tambak Osowilangun.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widayatmoko reses di Tambak Osowilangun.

SURABAYA (Lentera) -Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai pentingnya validitas data sosial sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga dan pelaku UMKM setempat saat menggelar reses di Tambak Osowilangun itu, Surabaya.

Dalam dialog tersebut, Yona memfokuskan pembahasan pada pembaruan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.

Menurutnya, akurasi data menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang berhak. “Data itu penting supaya bantuan tepat sasaran. Kalau datanya tidak akurat, yang seharusnya menerima bisa terlewat, dan yang tidak berhak justru masuk,” kata Yona dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia mengimbau masyarakat bersikap terbuka saat proses pendataan berlangsung. Warga diminta menerima petugas atau surveyor DTSEN yang melakukan verifikasi lapangan dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.

“Kalau ada petugas survei datang, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” katanya.

Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu menegaskan, partisipasi aktif warga sangat menentukan ketepatan kebijakan sosial. Dengan data yang diperbarui secara berkala, pemerintah dapat menyusun program yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.

Selain sosialisasi, Yona juga menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas warga berupa terop, kursi, dan meja untuk mendukung kegiatan sosial seperti pertemuan RT, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan. Ia juga memberikan mesin pemotong rumput guna menunjang kebersihan lingkungan.

“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga bisa menunjang kegiatan warga sehari-hari,” ujarnya.

Untuk mendorong pemberdayaan ekonomi, ia menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta kepada kelompok UMKM jahit di salah satu RT setempat. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli mesin jahit, khususnya mesin pembuat lubang kancing.

Salah satu penerima bantuan, Lailatul Rahimah, mengaku bersyukur atas perhatian tersebut. Selama ini, kelompoknya yang beranggotakan empat orang masih kekurangan fasilitas, terutama mesin khusus pembuat lubang kancing.

“Selama ini kalau bikin lubang kancing harus ke Gresik, satu kancing Rp1.000. Sekarang alhamdulillah bisa dikerjakan di rumah sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, kelompok UMKM jahit di lingkungannya menerima berbagai pesanan, mulai dari seragam hingga permak pakaian. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu meningkatkan produktivitas usaha mereka.

“Sangat terbantu, alhamdulillah sangat. Selama ini dari pemerintah belum pernah dapat bantuan sama sekali. Jadi ini benar-benar membantu usaha kami,” ujarnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.