04 March 2026

Get In Touch

Bandara Abd Saleh Belum Ada Tambahan Jadwal Penerbangan Lebaran

Arsip: Pesawat di landasan pacu Bandara Abd. Saleh, Kabupaten Malang (Santi/Lentera)
Arsip: Pesawat di landasan pacu Bandara Abd. Saleh, Kabupaten Malang (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Animo penumpang menjadi faktor dalam penentuan penambahan jadwal penerbangan pada periode Angkutan Lebaran 2026 di Bandara Abdulrachman (Abd.) Saleh. Hingga awal Maret ini, pengelola bandara memastikan belum ada pengajuan extra flight dari maskapai yang beroperasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh, Purwo Cahyo Widhiatmoko, mengatakan maskapai umumnya akan melihat perkembangan animo masyarakat sebelum memutuskan penambahan jadwal penerbangan.

"Sementara ini masih enam penerbangan, sama seperti jadwal reguler. Penambahan jadwal itu tergantung dari animo masyarakat. Jika penerbangan reguler dirasa sudah mencukupi, maka tidak ada extra flight," ujar Purwo, dikutip pada Selasa (3/3/2026).

Saat ini, menurutnya terdapat 6 penerbangan rute Jakarta-Malang-Jakarta yang beroperasi setiap hari. Rinciannya, empat penerbangan dilayani oleh Batik Air dan dua penerbangan oleh Citilink.

Purwo menjelaskan, rata-rata jumlah penumpang pada hari biasa mencapai sekitar 1.200 orang per hari. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 1.400 penumpang per hari saat momen libur panjang, termasuk periode Lebaran.

Berkaca pada pengalaman momentum Angkutan Lebaran 2025, maskapai biasanya mengajukan penambahan jadwal sekitar H-10 Idul Fitri. Pada tahun lalu, menurutnya terdapat sekitar 2 penerbangan tambahan yang dioperasikan untuk mengakomodasi lonjakan pemudik.

Meski belum ada pengajuan resmi, pihak bandara menegaskan kesiapan dari sisi fasilitas, personel, maupun koordinasi lintas instansi. Dalam waktu dekat, menurutnya pengelola bandara akan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Koordinasi tersebut akan melibatkan Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh serta balai karantina dan instansi terkait lainnya. Purwo menyebut, fokus pembahasan diarahkan pada optimalisasi pelayanan, pengaturan arus penumpang, serta penguatan aspek keamanan selama masa posko Angkutan Lebaran 2026.

Selain kesiapan internal, Purwo juga menekankan pentingnya pengawasan dari regulator. Dikatakannya, Kementerian Perhubungan bersama Otoritas Bandar Udara Wilayah III secara rutin melakukan inspeksi pesawat atau ramp check menjelang dan selama masa Angkutan Lebaran.

"Ramp check itu tidak hanya memeriksa kondisi pesawat, tetapi juga memverifikasi kesehatan serta kelengkapan lisensi kru. Ini rutin dilakukan setiap tahun saat masa posko Lebaran," katanya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.