16 March 2026

Get In Touch

Pentagon Perkirakan Perang Iran Sampai 6 Minggu

Kondisi perang Iran.
Kondisi perang Iran.

SURABAYA (Lentera) - Pentagon memperkirakan perang Iran, yang kini memasuki minggu ketiga, akan berlangsung antara empat hingga enam minggu. Perkiran Pentagon tersebut disampaikan Penasihat utama Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Kevin Hassett, kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, menyampaikan perkiraan waktu tersebut dengan catatan bahwa keputusan akhir mengenai kapan perang akan berakhir berada di tangan Trump.

Dia termasuk di antara beberapa pejabat pemerintah yang pada Minggu meminta warga Amerika bersabar karena harga energi melonjak. Dia juga mengatakan bahwa tujuan menghilangkan Iran sebagai ancaman di Timur Tengah sepadan dengan pengorbanan tersebut.

"Meyakini bahwa misi ini akan selesai dalam empat hingga enam minggu dan kami lebih cepat dari jadwal," kata Hassett dalam acara Face the Nation CBS melansir bloombergtechnoz Senin (16/3/2026).

"Kami memperkirakan ekonomi global akan mengalami guncangan positif yang besar begitu ini berakhir," tambahnya.

Sementara, Menteri Energi, Chris Wright memberi sinyal bahwa perang mungkin akan berlangsung beberapa minggu lagi dengan harga minyak dan bensin tinggi. Dalam perang itu AS dan Israel berusaha menghancurkan kemampuan militer Iran. 

"Saya yakin konflik ini pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan—bisa jadi lebih cepat dari itu—dan kita akan melihat peningkatan pasokan dan penurunan harga setelah itu," kata Wright dalam program This Week ABC.

Harga minyak mentah Brent ditutup di atas US$103 per barel pada Jumat karena Iran mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yang biasanya menjadi jalur bagi seperlima minyak dunia dan sebagian gas alam cair.

Di satu sisi, Trump pada Sabtu menyerukan negara-negara lain untuk mengirim kapal perang guna menjaga selat tetap terbuka, dengan harapan China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris ikut serta. Pejabat senior dari partai berkuasa di Jepang mengatakan bahwa mengirim kapal angkatan laut Jepang ke Timur Tengah untuk mengawal kapal tanker akan menghadapi "hambatan besar."

Wright mengatakan ia telah berdiskusi dengan negara-negara yang disebutkan Trump, tetapi ia tidak merinci lebih lanjut. "Jelas kami akan mendapatkan dukungan dari negara-negara lain untuk mencapai tujuan tersebut," katanya dalam acara Meet the Press NBC.

Wright mengatakan pemerintahan Trump menyadari bahwa berperang melawan Iran akan menyebabkan "gangguan jangka pendek" dan "sedikit kenaikan harga bagi warga Amerika." (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.