18 March 2026

Get In Touch

Laju Lambat Program Hunian Rakyat (Koran Selasa, 17 Maret 2026)

DI balik ambisi besar Presiden Prabowo Subianto mendirikan 3 juta hunian bagi rakyat, rupanya terselip syahwat pemburu rente yang mencoba menyusup. Kabar miring ini ditiupkan langsung oleh Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Perumahan sekaligus adik kandung sang Presiden. Hashim buka-bukaan mengenai adanya pihak swasta yang mencoba "mengambil jatah" hunian masyarakat. Modusnya klasik yaitu memanfaatkan lahan strategis milik negara untuk disulap menjadi ribuan unit apartemen komersial. Dia mengaku sempat mendapat tawaran menggiurkan tersebut, dengan iming-iming jatah 1.000 unit apartemen. Pengakuan ini menjadi sinyalemen bahwa proyek mercusuar perumahan nasional ini sedang dikepung oleh kepentingan spekulan lahan.Padahal, urgensi hunian di Indonesia sudah berada di titik nadir. Data terbaru tahun 2026 menunjukkan angka backlog perumahan masih menganga lebar di angka 15 juta unit. Angka ini belum termasuk sekitar 26 juta unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni dan tersebar di berbagai pelosok negeri. Kenyataan di lapangan, laju program 3 juta hunian rakyat masih merangkak. Presiden Prabowo Subianto bahkan dilaporkan mulai gusar dan menilai progres pembangunan berjalan terlampau lambat. Di sisi lain, birokrasi perizinan dan konsolidasi kementerian baru memangbmasih menjadi sandungan. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/17032026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.