16 March 2026

Get In Touch

Ironi Penyiraman Air Keras di RI (Kora Senin, 16 Maret 2026)

SERANGAN penyiraman air keras terhadap aktivis Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi ironi. Pasalnya, terjadi ketika Indonesia pada 2026 ini tengah menjabat sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peristiwa pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB itu menyebabkan Andrie mengalami luka bakar serius, sekitar 24 persen. Bagian tubuh yang terluka meliputi bagian wajah, dada, tangan, serta mengenai area mata. Insiden inipun menambah daftar panjang peristiwa kekerasan terhadap para pegiat yang bersuara vokal. Sebelumnya pada 2024, pembunuhan aktivis HAM sekaligus pendiri KontraS, Munir Said Thalib mengguncang publik negeri ini. Kemudian di 2017, penyiraman air keras juga dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengakui tragedi ini mengganggu posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB. Diketahui, tiga hari sejak peristiwa terjadi, hingga Minggu (15/3/2026) malam, pelaku belum ditemukan. Polisi mengklaim telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Presiden RI Prabowo Subianto disebut memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus itu. Kalangan pengamat, aktivis hingga akademisi menilai penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie bukan semata aksi kriminal. Tapi patut sebagai upaya mengintimidasi dan percobaan pembunuhan terhadap pembela hak asasi manusia. Sinyal Republik ketakutan?. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/16032026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.