15 April 2026

Get In Touch

Lepas dari Pengawasan, Balita di Trenggalek Meninggal Tenggelam di Kubangan Tambang

Suasana lokasi kejadian di area tambang galian C Desa Banaran, Trenggalek, tempat balita berinisial D ditemukan meninggal dunia.
Suasana lokasi kejadian di area tambang galian C Desa Banaran, Trenggalek, tempat balita berinisial D ditemukan meninggal dunia.

TRENGGALEK (Lentera) – Seorang balita berinisial D (3 tahun) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan tambang galian C di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Diduga, korban saat itu lepas dari pengawasan orang tua ketika bermain di sekitar area tambang bersama seorang temannya.

Kapolsek Tugu, AKP Sunawir, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga tenggelam saat bermain di sekitar kubangan bekas galian.

“Benar, kejadian itu terjadi di wilayah Desa Banaran. Dugaan sementara, korban tenggelam saat bermain di sekitar kubangan tambang bersama temannya,” ujar AKP Sunawir, Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Dari keterangan yang dihimpun, korban sebelumnya bermain bersama temannya berinisial F (3) di area tambang tanpa pengawasan orang tua. Tak lama kemudian, F pulang dan memberi tahu orang tuanya bahwa korban tenggelam di kubangan.

Keluarga korban yang mendapat kabar kejadian tersebut segera bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun setibanya di tempat kejadian, korban sudah dalam kondisi mengapung di kubangan air. Korban kemudian sempat dilarikan ke Puskesmas Tugu untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Pantauan di lokasi, aktivitas tambang terlihat tidak beroperasi. Di sekitar kubangan juga ditemukan sandal kecil milik anak-anak yang diduga milik korban.

Pihak keluarga, menurut kepolisian, telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi. Sehingga, kami tidak melanjutkan penyelidikan lebih lanjut,” jelas AKP Sunawir.

Jenazah korban telah dimakamkan di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek. Polisi juga tidak memasang garis polisi di lokasi kejadian karena tidak ada permintaan dari pihak keluarga untuk proses hukum lebih lanjut.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.