15 April 2026

Get In Touch

DPRD Jatim Fasilitasi Penyelesaian Kasus Peluru Nyasar Mengenai Dua Siswa di Gresik

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa
Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa

SURABAYA (Lentera) -DPRD Jawa Timur akan memfasilitasi penyelesaian kasus peluru rekoset (nyasar) yang diduga milik Korps Marinir TNI AL dan melukai dua siswa SMP Negeri 33 Gresik.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansa, saat menerima kedatangan orang tua korban DFH (14), Dewi Murniati, bersama LBH Ansor, perwakilan BEM Nusantara Surabaya, serta sejumlah LSM di DPRD Jatim, Selasa (14/4/2026).

Rombongan tersebut datang untuk meminta DPRD Jatim menjembatani penyelesaian kasus yang dinilai belum tuntas, khususnya dari pihak TNI AL.

“Kami sampai sekarang meminta agar ada kelanjutan penyelesaian kasus ini. Meski segala keperluan rumah sakit sudah diselesaikan oleh pihak Marinir TNI AL, tidak berarti selesai. Kami cuma minta pertanggung jawaban secara penuh terhadap kasus ini. Agar kejadian ini tidak terulang lagi dikemudian hari,” ujarnya.

Perwakilan BEM Nusantara, Zainur, juga berharap penanganan korban tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga psikologis, mengingat korban masih berstatus pelajar.

“Psikis anak yang menjadi korban harus benar-benar tertangani dan mereka bisa terus bersekolah dan tidak ada trauma bagi mereka,” ujarnya.

“Kita akan terus mengawal. Kita akan tetus koordinasi dengan pihak keluarga korbam dan DPRD Jatim agar kasus ini benar-benar teryangani dan ada penyelesaian yang baik dari pihak TNI AL dalam hal ini pihak Korps Marinir,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Irwansah mengaku prihatin atas insiden yang menimpa korban dan menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk TNI AL.

“Ini cukup membuat kita prihatin. Kita berharap ini tidak terjadi lagi kedepannya. Kita berharap bisa tertangani khususnya sianak psikisnya tidak terganggu dan bisa terus berlanjut masa depannya tanpa ada rasa trauma,” ujarnya.

Menurutnya, DPRD Jatim berupaya mendorong penyelesaian terbaik bagi semua pihak.

“Satu sisi kita memaklumi kegundahan orang tua anak yang menjadi korban. Tapi kitanjuga ingin ada pentelesaian yang terbaik. Saya yakin semua pihak termasuk TNI AL dalam hal ini korps Marinir juga tidak ingin kasus ini tidak terselesaikan. Saya yakin TNI punya cara untuk menyelesaikan hal ini dengan baik. Kita lihat nanti,” jelasnya.

“Ya secepatnya kita akan komukasi dengan pihak pihak terkait termasuk TNI. Intinya kita berharap kasus ini segera berakhir dan tidak ada yang dikalahkan. Kita sama-sama cari jalan terbaik untuk meyelesaikan kasus ini,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.