25 April 2026

Get In Touch

Tiba-tiba Selat Malaka (Koran Kamis, 23 April 2026)

TIBA-TIBA Selat Malaka jadi sorotan dunia. Mulai dari segi militer, geopolitik, hingga ekonomi. Kabar yang sejak pekan lalu santer beredar adalah laporan bila Kapal perang Amerika Serikat (AS) melintas dan 'parkir' di jalur strategis ini. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebut lintasan kapal militer asing di kawasan itu sah dan lazim, karena Selat Malaka merupakan jalur pelayaran internasional yang terbuka bagi transit. Hal ini.merupakan bagian dari freedom of navigation patrol atau patroli kebebasan navigasi yang rutin dilakukan di kawasan. Di sisi lain, mencuat ide Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik pungutan bagi kapal internasional yang melintasi Malakan. Gagasan itu menyeret perbandingan dengan Selat Hormuz. Bedanya, jika Hormuz menentukan denyut pasokan energi global, Selat Malaka adalah nadi perdagangan dunia, menghubungkan arus barang dari Timur Tengah ke Asia Timur. Keduanya sama-sama 'titik cekik', dengan dampak signifikan bila terjadi kebuntuan. Usulan itu langsung dimentahkan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan. Dia mengatakan bahwa jalur transit melalui Selat Malaka dan Singapura harus tetap gratis bagi semua pihak. Ditegaskan, negara kota tersebut tidak akan mendukung upaya apa pun untuk membatasinya. Posisi penting selat penghubung Samudra Hindia dengan Laut Cina Selatan ini dipertegas dengan pernyataan penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati. Pihaknya menyeret nama Selat Malaka ke dalam pusaran konflik dengan Amerika Serikat di tengah blokade Selat Hormuz yang diterapkan Trump usai kesepakatan damai gagal dicapai. Velayati memperingatkan bahwa 'setiap tindakan usil' akan memicu respons berantai sampai ke Selat Malaka dan Bab al-Mandab (selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden/Samudra Hindia). BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/23042026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.