SURABAYA (Lentera) -Gunung Dukono di Maluku Utara mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2026). Tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengatakan 20 pendaki dilaporkan terjebak di gunung tersebut.
"Untuk kronologis, hari ini, Jumat 8 Mei 2026, kami mendapatkan informasi ada pendaki sejumlah 20 orang di antaranya 9 warga negara asing (WNA) dan sisanya warga negara Indonesia (WNI)," ucapnya.
"Pada hari ini ada erupsi tinggi 10 ribu meter, mereka ini sebenarnya sudah tahu bahwa ini adalah kondisi yang dilarang semenjak Gunung Dukono level dua. Namun masih nekat melakukan pendakian."
Ia menuturkan, tiga orang yang meninggal dunia terdiri dari dua WNA dan satu WNI.
"Untuk korban sejauh ini informasi update ada tiga korban yang meninggal. Dua warga asing meninggal dan satu satu warga Ternate," ujarnya.
Meksi begitu, jenazah korban belum dapat dievakuasi, mengingat erupsi yang masih berlangsung di Gunung Dukono.
"Posisi korban masih di atas, belum dievakuasi karena masih terjadi erupsi berulang kali. Jadi tim SAR, tim gabungan masih memastikan keselamatan untuk dilakukan evakuasi," jelasnya, menutip KompasTV.
Dia mengatakan beberapa pendaki yang terjebak, sudah berhasil dievakuasi.
"Untuk jumlah pendaki ada beberapa yang turun," tuturnya.
Sementara dilansir laman Magma Indonesia, erupsi Gunung Dukono terjadi pada Jumat pagi, pukul 07:41 WIT dengan tinggi kolom letusan teramati 10.000 meter di atas puncak atau 11.087 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara.
Saat ini status Gunung Dukono masih berada di level II atau Waspada.
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung atau wisatawan diminta tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer (*)
Editor: Arifin BH



